Connect With Us

Kasus Melandai, Anggaran Penanganan Covid-19 Pemkot Tangsel Rp93 Miliar Disarankan untuk Pemulihan Ekonomi

Rahmat Hidayat | Selasa, 24 Mei 2022 | 21:37

Trubus Rahardiansyah, pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti. (@TangerangNews / Rahmat Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kebijakan tentang pelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka, masyarakat mulai bernafas lega. Pemerintah pun dapat fokus terhadap pemulihan ekonomi, sejak dilanda Covid-19 dua tahun belakangan.

Trubus Rahardiansyah, pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti mengingatkan agar pemerintah kota/kabupaten untuk mulai fokus terhadap pemulihan ekonomi, dengan memaksimalkan anggaran penanganan Covid-19 yang ada.

"Kalau bisa anggaran Covid-19 untuk penuntasan kemiskinan untuk pemberdayaan, lebih ke pemulihan ekonomi. Pembangunan dan pengadaan sarana prasarana untuk Covid-19, seharusnya sudah tidak lagi menjadi urgensi," kata Trubus kepada wartawan, Selasa 24 Mei 2022.

Ia menyarankan, agar pemerintah membuat program yang mendorong pertumbuhan ekonomi lewat UMKM agar tumbuh dan berkembang.

"Jadi intinya bagaimana mendorong menghidupkan sebanyak mungkin UMKM, agar lebih banyak lapangan kerja," tambahnya.

Pernyataan Trubus Rahardiansyah itu didukung Anggota Komisi II dari Fraksi Demokrat-Hanura DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Wawan Syakir.

Menurutnya, anggaran penanganan Covid-19 dapat dialihkan untuk memulihkan ekonomi masyarakat sesuai dengan aturan yang ada. Namun dengan mekanisme pengalihan yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2022.

"Saya pribadi setuju dengan statement dari Pengamat Kebijakan Publik. Tapi itu mekanismenya ada di APBD Perubahan," ujar Wawan Syakir saat dikonfirmasi.

Menurutnya, jika sampai tiga bulan pasca Lebaran, tidak ada kenaikan grafik angka penularan Covid, maka dapat dipastikan masyarakat bisa bebas.

''Kita bisa happy paling tidak tiga bulan ke depan. Pergeseran anggaran itu bisa jadi masukan yang akan diperjuangkan, untuk pemulihan ekonomi," tegasnya lagi.

Diketahui, per Agustus 2021, anggaran Covid-19 di Kota Tangsel tercatat sebesar Rp93 miliar.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel dari Fraksi PKS Ali Rahmat mengungkapkan, pergeseran anggaran Covid-19 untuk pemulihan ekonomi, tidak serta merta dapat dilakukan. Melainkan harus melihat dulu ketentuan dan regulasinya.

"Pergeseran itu harus dibicarakan, tidak bisa pakai pandangan saya pribadi. Untuk pergeseran anggaran Covid-19, agar digunakan untuk pemulihan ekonomi, kalau itu tidak menyalahi aturan bisa saja, dan memang diperlukan. Tapi kalau menyalahi Undang-undang, tidak semudah itu. Tetap ada aturannya," ungkap Ali Rahmat.

OPINI
Pertamax Naik, Rakyat Kecil Ikut Tercekik

Pertamax Naik, Rakyat Kecil Ikut Tercekik

Senin, 15 Juni 2026 | 20:21

Kenaikan harga BBM jenis Pertamax seolah diposisikan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil karena harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan. Sekilas, kebijakan ini tampak tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

SPORT
Partai Balas Dendam Tersaji di Final Popda Banten, Kabupaten Tangerang Tantang Juara Bertahan

Partai Balas Dendam Tersaji di Final Popda Banten, Kabupaten Tangerang Tantang Juara Bertahan

Selasa, 16 Juni 2026 | 06:57

Final cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Banten 2026 akan menghadirkan duel sarat gengsi antara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang di Stadion Seruni, Kota Cilegon, Selasa, 16 Juni 2026.

NASIONAL
Penerima MBG Bakal Dipersempit, Siswa SMA Mampu Tak Lagi Dapat Jatah

Penerima MBG Bakal Dipersempit, Siswa SMA Mampu Tak Lagi Dapat Jatah

Selasa, 16 Juni 2026 | 07:22

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana melakukan penyesuaian atau refocusing program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Salah satu yang akan dikaji adalah penerima manfaat agar program tersebut lebih tepat sasaran.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill