Program Liburan Sekolah di Hotel Episode Gading Serpong Pererat Hubungan Orang Tua-Anak
Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:43
Memasuki musim liburan sekolah, Hotel Episode Gading Serpong kembali menghadirkan program tahunan unggulannya.
TANGERANGNEWS.com-Indonesia merupakan salah satu produsen cokelat mentah (kakao) terbesar di dunia, bahkan menempati posisi ketiga sebagai negara produsen kakao di dunia.
Kakao merupakan bahan baku utama dari pembuatan cokelat. Indonesia merupakan tempat yang sangat cocok untuk menumbuhkan tumbuhan kakao karena memiliki iklim dan kultur tanah yang sangat cocok.
Biji kakao biasanya banyak tumbuh didaerah dengan tanah yang subur dan penuh dengan nutrisi.
Di Indonesia, cokelat biasanya dibudidayakan di daerah seperti Lampung, Flores, Nusa Tenggara Timur, Bali, Aceh, dan Sulawesi. Setiap daerah ini memiliki kondisi tanah yang berbeda.
Karakteristik tanah inilah yang akan mempengaruhi rasa yang unik pada setiap cokelat yang dihasilkan. Rasa cokelat bervariasi mulai dari asam, fruity (buah-buahan), pahit, nutty (rasa kacang-kacangan), Creamy (mengandung susu)
Indonesia juga merupakan satu-satunya dari lima besar negara penghasil kakao yang tidak terletak di afrika. Pada tahun 2020 sendiri Indonesia sudah memproduksi sekitar 659,7 ribu ton kakao di tahun 2020. Hasil cokelat dari Indonesia juga memiliki keunikan tersendiri. Menurut Head of Cocoa Life South East Asia Andi Sitti Asmayanti, cokelat Indonesia memiliki titik didih yang berbeda dengan cokelat pada umumnya. Hal ini membuat cokelat Indonesia akan meleleh lebih cepat ketika dimakan.

Indonesia sendiri juga sudah melakukan ekspor ke berbagai negara. Indonesia setidaknya sudah mengekspor ke negara benua Asia, Eropa dan Amerika seperti. India, Turki, Belanda, Amerika Serikat, China, Australia, Malaysia, Vietnam,
Negara kita selain memiliki cokelat yang baik,indonesia juga sudah mempunyai banyak produk dan brand yang go international.
Contoh-nya adalah cokelat Monggo, Do !t Chocolate, Chocodot, Krakakoa, Cokelat Mojopahit. Brand cokelat lokal banyak yang berangkat dari usaha rumahan atau UMKM, salah satu contohnya adalah Do !t Chocolate yang berasal dari Kota Tangerang Selatan.
Brand cokelat ini didirikan sebagai proyek pengabdian masyarakat mahasiswa Universitas Pamulang dalam membantu memberdayakan masyarakat sekitar.
Lewat proyek ini, mahasiswa belajar untuk memproduksi dan memasarkan cokelat dari berbagai daerah di Indonesia hingga ke mancanegara.
Alhasil Do !t Chocolate berhasil mengekspor produknya ke berbagai negara seperti India dan Turki.
Industri cokelat kini sedang berkembang, ini membuat produsen cokelat di Indonesia mempunyai potensi yang sangat baik dalam perindustrian cokelat.
Cokelat Indonesia sejatinya memiliki kualitas yang sebanding dengan cokelat Belgia atau cokelat asal Eropa lainnya akan tetapi produksi cokelat Indonesia masih sebatas bahan mentahnya saja, ini yang membuat produk cokelat asal Indonesia kalah pamornya dengan Eropa, ujar CEO Do !t Chocolate, Lely Suryani.
Indonesia sebelumnya terkenal dengan memproduksi barang mentah kini dapat mengembangkan sayapnya dengan mengembangkan produk jadi. Sekarang banyak brand lokal cokelat yang mulai memproduksi massal produk-produk olahan cokelat. Ini dilakukan agar industri cokelat indonesia bisa berkembang pesat dan juga mempunyai nama di industri cokelat internasional sebagai produsen cokelat berkualitas.
Anjaini Putri Haifa (Mahasiswa Hubungan Masyrakat)
Emil : [email protected]
Memasuki musim liburan sekolah, Hotel Episode Gading Serpong kembali menghadirkan program tahunan unggulannya.
TODAY TAGRS Mandaya Royal Puri resmi meluncurkan teknologi robot Zamenix, inovasi terbaru untuk penanganan batu ginjal tanpa sayatan.
Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.
Pasar kendaraan listrik di Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang menawarkan beragam fitur canggih.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews