Connect With Us

Sosok Wanita dan Mahluk Tinggi Besar Penunggu SMK Bhizer Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:02

Kondisi SMK Bhipuri Serpong (Bhizer) di Jalan Pelayangan No.99, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang kini terbengkalai. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-SMK Bhipuri Serpong (Bhizer) yang kini terbengkalai di Jalan Pelayangan No.99, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini menyimpan sejarah dan misteri.

Sekolah ini terkenal dengan para siswanya yang hobi tawuran. STM Bhizer memiliki musuh bebuyutan yakni SMK Sasmita Jaya yang berada tak jauh kurang lebih setengah jam perjalanan.

Tidak diketahui secara pasti awal mula konflik antar keduanya, banyak yang berkata sekadar mencari jati diri dan ada pula yang mengatakan dendam turun temurun. Tawuran antar kedua sekolah ini memang yang paling sering terjadi hingga tak jarang menelan korban dari kedua belah pihak. 

Salah satu pentolan atau alumni sekolah ini sempat viral beberapa waktu lalu, yakni Natta Eko alias Katak Bhizer. Namun, sekolah ini telah ditutup sejak 2019 akibat buntut tragedi tawuran yang menelan korban korban tewas satu orang pada 31 Juli 2018 silam.

Bentrokan tersebut terjadi antara SMK Bhipuri Serpong melawan SMK Sasmita Jaya Pamulang di depan Pergudangan Taman Tekno, Jalan Puspitek Raya, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Tangsel. Puluhan pelajar tersebut tawuran dengan membawa beragam jenis senjata tajam seperti clurit dan golok.

Akibatnya, salah seorang siswa dari SMK Sasmita Jaya tertancap senjata tajam di bagian kepala dan meninggal dunia setelah dirawat selama sepekan di RS Ciptomangunkusumo, Jakarta Pusat.

Setelah kejadian tersebut mulai berangsur sepi hingga akhirnya ditutup dan ditinggal para guru dan murid yang pindah ke sekolah lain.

Kini, SMK Bhipuri Serpong hanya meninggalkan gedung kosong yang terbengkalai. Rumor-rumor mistis pun mulai beredar dari tempat yang kini dianggap sebagai rumah para makhluk gaib itu.

Menurut penuturan warga sekitar, sering terdengar suara misterius dari gedung sekolah kosong tersebut seperti suara barang yang jatuh di dalam kelas, bunyi berisik meja bangku yang bergeser sendiri.

Rumor yang beredar, terdapat sosok berwujud perempuan berwajah hancur penuh darah dan makhluk tinggi besar yang kerap menganggu serta menampakkan diri di toilet sekolah.

Penjaga sekolah SMK Bhipuri Serpong Ratna mengaku, kerap mendapat gangguan dengan suara tangisan wanita yang seperti sedang disiksa.

Kondisi gedung sekolah itu kini tampak angker hingga mengundang banyak konten kreator yang tertarik untuk membuat konten horror di lokasi tersebut. 

Namun, selepas pembuatan konten tersebut justru gangguan mistis di SMK Bhipuri makin banyak, sehingga Ratna tidak mengizinkan pengunjung yang ingin membuat konten horor khususnya malam hari.

“Dari konten kreator pada bawa jailangkung segala macem, jadi kan mereka enak setelah dapat konten langsung pergi, yang kena imbasnya kita disini, istilahnya kita yang dikejar (diganggu mahluk halus),” kata Ratna.

PROPERTI
Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:31

PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

TANGSEL
Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Lawan Hoaks di Dunia Digital, Diskominfo Tangsel Dorong PCNU Bikin Konten Dakwah Sejuk

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:17

Arus disrupsi digital yang bergerak kian masif menuntut organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) untuk tidak sekadar ikut tren, melainkan wajib menjadi garda terdepan dalam merawat ruang digital dari ancaman hoaks

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill