Banjir di Cipondoh Kian Sering, Warga Sebut Kini Bisa Terjadi Berkali-kali dalam Sebulan
Selasa, 5 Mei 2026 | 20:57
Warga Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang mengeluhkan banjir yang semakin sering terjadi.
TANGERANGNEWS.com-Pihak Polsek Pondok Aren, Polres Tangsel mengamankan sejumlah remaja yang diduga hendak balap liar di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Minggu 11 Februari 2024, dini hari.
Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq, para remaja ini diamankan saat petugas melaksanakan patroli lokasi sejak Sabtu 10 Febuari 2024 malam, sebagai upaya pencegahan terjadinya kerawanan akibat kenakalan remaja.
"Patroli juga dilakukan untuk menciptakan suasana damai dan aman jelang masa tenang Pemilu 2024," ungkapnya.
Dalam patroli tersebut, petugas menyisir sepanjang Jalan Boulevard Bintaro Jaya dan membubarkan beberapa pemuda yang nongkrong di pinggir jalan.
Hal itu dilakukan, untuk mencegah aksi balap liar maupun tawuran remaja yang kerap terjadi di jalan tersebut.
Tak hanya itu, petugas juga mengamankan sejumlah sepeda motor yang menggunakan knalpot non standar atau knalpot brong.
"Ada dua kendaraan yang diamankan, kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi, yang mengganggu suasana malam hari tenang jelang Pemilu 2024," tegas Kompol Bambang AS.
Ia berharap, upaya yang dilakukan dapat menjadi langkah pencegahan antisipasi kerawanan di tiga hari jelang pemungutan suara Pemilu 2024.
Warga Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang mengeluhkan banjir yang semakin sering terjadi.
TODAY TAGMeski dibanderol dengan harga fantastis, minat dan kebutuhan akan produk hunian mewah saat ini masih menjadi incaran masyarakat super high-end.
Sebanyak tujuh jamaah calon haji asal Provinsi Banten Banten gagal berangkat ke tanah suci dan dipulangkan dari Embarkasi Grand El Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang lantaran tidak istitha'ah atau tidak memenuhi syarat kemampuan.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews