Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Pihak Kepolisian menjelaskan kronologis insiden dugaan aksi balap liar motor yang berujung kecelakaan di kawasan BSD City, pada Sabtu, 16 Desember 2023, dini hari.
Kasi Humas Polres Tangsel Iptu Wendi menjelaskan itu kecelakaan yang melibatkan 4 sepeda motor dan 1 mini bus, sekitar pukul 02.45 WIB, di lampu merah Qbig, Jalan BSD Raya Utama, Kelurahan Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
"Untuk kendaran mini bus dikemudikan DA. Sedangkan 4 sepeda motor matic dikendarai MR, RF, A, dan PR," ujarnya, Minggu 17 Desember 2023.
Menurut keterangan saksi di lokasi, keempat sepeda motor matic itu melaju dari arah IPEKA. Sesampainya di tempat kejadian datang mini bus datang dari arah Gading Serpong, sehingga terjadi tabrakan.
"Empat korban pengendara motor yang luka-luka dibawa ke RS Medika BSD," pungkas Wendi.
Sementara untuk penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut, Wendi mengaku masih dalam proses penyelidikan Unit Laka lantas Sat Lantas Polres Tangsel.
Pihaknya belum bisa menyimpulkan terkait dugaan balap liar para pemotor itu ataupun siapa pihak yang menerobos lampu merah.
"Masih didalami petugas," katanya.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mulai menerapkan skema rekayasa lalu lintas contraflow selama proyek perbaikan ruas Jalan Sangego Selatan, Bayur, Kecamatan Periuk, berlangsung.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews