Diikuti 2.000 Warga Baduy, Ini Rangkaian Seba Baduy 2026
Jumat, 24 April 2026 | 21:43
Tradisi tahunan Seba Baduy 2026 kembali berlangsung selama tiga hari mulai Jumat 24 April hingga Minggu 26 April 2026.
TANGERANGNEWS.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mengimbau, masyarakat meningkatkan kewaspadaannya dalam menghadapi bencana hidrometeorologi berupa, hujan deras disertai angin kencang, petir, longsor, puting beliung dan banjir.
Staff Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Tangsel Sutrisno menyampaikan puncak musim penghujan diprediksi akan berlangsung hingga akhir Januari 2025.
“Masyarakat perlu meningkatkan siaga bencana hidrometereologi akibat peningkatan curah hujan yang tinggi, yang saat ini sudah masuk dilevel tanggap darurat bencana alam, seperti longsor dan banjir apalagi Tangsel masuk wilayah berlempeng,” ungkapnya. Jumat 13 Desember 2024.
Sutrisno menambahkan, untuk di wilayah Tangsel yang perlu diwaspadai yakni banjir kiriman dari wilayah Bogor.
“Angin puting beliung di wilayah Tangsel, sementara untuk tanah longsor di wilayah tersebut sering terjadi," katanya.
Berdasarkan data keterangan prakiraan potensi banjir terjadi di bulan Desember Tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Selanjutnya, berdasarkan prakiraan potensi terjadi gerakan tanah pada bulan Desember 2024 yang dikeluarkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM, maka diperlukan upaya pencegahan dalam meminimalisasi dampak ancaman bencana banjir dan gerakan tanah (longsor) yang mungkin timbul.
Menindaklanjuti informasi tersebut, diharapkan BPBD Provinsi dapat memberikan pendampingan BPBD Kabupaten/Kota untuk menyiapkan langkah-langkah konkrit, guna antisipasi kejadian tersebut.
"Tangsel ini masuk daftar tanah bergerak yang diikuti kota Cilegon, serang, Lebak, Pandeglang dan terakhir Tangerang," imbuhnya.
TODAY TAGTradisi tahunan Seba Baduy 2026 kembali berlangsung selama tiga hari mulai Jumat 24 April hingga Minggu 26 April 2026.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung terhadap penguatan wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).
Seiring dengan perkembangan desain arsitektur dan interior yang semakin dinamis, kebutuhan akan elemen pendukung ruang pun ikut mengalami perubahan. Ruang kini tidak lagi bersifat statis, melainkan terus bertransformasi mengikuti fungsi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews