Connect With Us

Proker 2025, Pemkot Tangsel Proritaskan Atasi Banjir di Ciputat, Pondok Aren dan Pamulang

Rangga Agung Zuliansyah, Yanto | Selasa, 18 Februari 2025 | 17:00

Banjir di Perumahan Taman Mangu Indah, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel akibat proyek tanggul jebol, Selasa 12 November 2024. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan menegaskan komitmen pemerintah dalam menajamkan program kerja (proker) 2025, sesuai dengan amanah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), 

Dalam Forum Lintas Perangkat Daerah, pada Selasa 18 Februari 2025, Pilar menyoroti infrastruktur masih menjadi prioritas, terutama dalam upaya penanganan banjir.

Menurutnya, beberapa titik sudah berhasil diperbaiki melalui pembangunan turap dan pengelolaan aliran air. Namun, masih ada beberapa lokasi yang perlu dituntaskan di tahun ini.

"Kami terus melakukan pembangunan turap dan sistem drainase untuk mengatasi banjir, terutama di wilayah Ciputat, Pondok Aren, dan Pamulang. Alhamdulillah, sudah ada progres, tapi kami tetap berupaya agar permasalahan ini benar-benar terselesaikan," jelasnya.

Selain infrastruktur, peningkatan fasilitas pendidikan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah akan terus membangun dan meningkatkan kualitas sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri. 

Pilar juga menegaskan pentingnya penataan ruang publik agar masyarakat memiliki tempat yang nyaman untuk beraktivitas.

"Kami ingin menyediakan lebih banyak area publik yang nyaman untuk warga, karena ruang terbuka hijau dan fasilitas umum sangat penting bagi kehidupan sosial masyarakat," katanya.

Dalam sektor transportasi, Pilar berharap tahun ini ada kemajuan dalam pengembangan transportasi publik. Menurutnya, pemerintah berupaya mewujudkan sistem transportasi yang lebih baik guna mendukung mobilitas warga.

"Kami dorong agar transportasi publik di Tangsel bisa segera terealisasi. Ini akan mempermudah akses masyarakat dan mengurangi kemacetan," tambahnya.

Pilar juga menyinggung proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang saat ini sedang dalam tahap akhir proses lelang.

Saat ini, dua perusahaan telah masuk dalam tahap seleksi akhir, dan pemerintah segera menentukan pemenangnya.

"PLTSa sedang dalam tahap lelang, tinggal menentukan satu pemenang lagi. Ini salah satu proyek yang harus segera diselesaikan karena pengelolaan sampah menjadi tantangan besar bagi Tangsel," katanya.

Dengan berbagai program prioritas ini, Pilar berharap tahun 2025 akan menjadi tahun kemajuan bagi Tangsel, dengan pembangunan yang lebih merata dan manfaat yang lebih dirasakan oleh masyarakat.

Ia pun menekankan pentingnya pengawasan dan kolaborasi semua pihak agar target pembangunan tercapai.

"Forum ini adalah amanah dari Mendagri untuk memperjelas program kerja 2025. Seluruh organisasi perangkat daerah harus bekerja selaras dengan RPJMD. Dewan juga telah memberikan masukan, yang tentunya akan kita awasi dan laksanakan bersama," ujarnya.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

BISNIS
Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Hadapi Era Digital, Habib Idrus Ajak Pemuda Perkuat Empat Pilar dan Lirik Bisnis Affiliate

Senin, 22 Juni 2026 | 11:45

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga persatuan bangsa.

NASIONAL
Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Mengenal PMOS, Istilah Baru Pengganti PCOS dan Dampaknya bagi Wanita

Jumat, 26 Juni 2026 | 18:34

Perubahan nama ini didasari oleh tingginya angka underdiagnosis atau kasus yang tidak terdeteksi di masyarakat.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill