Connect With Us

Siswa SMPN 19 Tangsel Tewas Diduga Akibat Bullying, Polisi Periksa 6 Saksi Termasuk Guru

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 16 November 2025 | 19:28

Kasi Humas Polres Tangsel AKP Agil Sahril. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berduka. Siswa SMPN 19 Tangsel berinisial MH, 13, yang diduga menjadi korban perundungan (bully) di sekolahnya, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu 16 November 2025 pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.

MH menghembuskan napas terakhirnya setelah lebih dari sepekan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Menanggapi kabar dugaan kasus perundungan yang menghilangkan nyawa tersebut, Polres Tangsel langsung mengambil langkah serius.

Kasi Humas Polres Tangsel AKP Agil Sahril mengonfirmasi bahwa Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) telah berinisiatif membuat Laporan Informasi untuk proses penyelidikan.

"Penyidik sudah meminta keterangan klarifikasi dari beberapa saksi, ada enam orang, termasuk guru pengajar," ujarnya, Minggu 16 November 2025.

Selain itu, Agil juga mengungkapkan bahwa sebelum pemeriksaan saksi dilakukan, penyidik Sat Reskrim Polres Tangsel telah melakukan upaya intensif untuk menemui MH yang didampingi oleh keluarganya.

"Selain itu juga dilakukan pendampingan bersama dengan KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan Dinas Pendidikan serta UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) Kota Tangsel," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, perundungan sudah terjadi sejak awal MH masuk sekolah saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Namun MH tidak bercerita ke keluarganya karena ketakutan.

“Yang paling parah itu kejadian tanggal 20 Oktober, kepalanya dipukul pakai kursi,” ujar Rizky, kakak korban.

Keesokan harinya, MH mulai mengeluh sakit kepala hebat. Barulah dalam kondisi sakit parah tersebut, MH berani menceritakan kepada keluarga bahwa ia tidak hanya dipukul menggunakan kursi, tetapi juga mengalami tendangan dan kekerasan fisik lain yang selama ini disembunyikannya.

MH sempat dirawat di rumah sakit swasta di Tangsel dengan gejala melemah, penglihatan kabur, sering pingsan, dan kehilangan selera makan. Keluarga akhirnya merujuk MH ke RS Fatmawati.

Kuasa hukum keluarga korban Alvian menjelaskan bahwa kondisi MH terus menurun sejak dirujuk ke RS Fatmawati pada 9 November dan harus menjalani inkubasi di ICU pada 11 November. "Namun akhirnya nyawanya tak tertolong," katanya.

BISNIS
JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:49

Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.

OPINI
Solusi Islam Atasi Gunungan Sampah

Solusi Islam Atasi Gunungan Sampah

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:06

Bahwa akar masalah dari gunungan sampah yang semakin tinggi adalah sebab diterapkannya sistem sekuler kapitalisme yang mengatur kehidupan umat manusia saat ini.

KAB. TANGERANG
Warga Kesal Jalan Raya Pasar Kemis Cuma Ditambal Usai Makan 4 Korban

Warga Kesal Jalan Raya Pasar Kemis Cuma Ditambal Usai Makan 4 Korban

Selasa, 17 Februari 2026 | 20:03

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, mulai melakukan perbaikan di Jalan Raya Pasar Kemis dengan cara menambal lubang-lubang di ruas jalan tersebut menggunakan aspal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill