TANGERANGNEWS.com-Status Tanggap Darurat Sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berlangsung sejak 23 Desember 2025, nampaknya belum menjadi solusi instan bagi permasalahan sampah di wilayah tersebut.
Status tersebut baru saja berakhir pada Senin 5 Januari 2026, namun tumpukan sampah kembali muncul di beberapa titik keramaian.
Seperti di Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat, Selasa 6 Januari 2026, gundukan sampah tidak hanya menggunung hampir menyamai tinggi atap pasar hingga memakan badan jalan.
Selain tumpukan sampah yang meluber ke jalan, bau busuk yang tajam akibat air lindi mengalir memaksa warga yang melintas menutup hidung dan mulut rapat-rapat.
Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Aria Putra, dekat Pasar Ciputat. Warga setempat mengaku sangat terganggu dengan aroma tak sedap yang terbawa angin hingga ke pemukiman.
"Baru kemarin diangkut, sekarang sudah tumpuk lagi. Bau banget tiap lewat sini," kata Basuki, pengemudi ojek online.

Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin, menegaskan bahwa Pemkot tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat evakuasi sampah.
"Kami memberikan prioritas penuh pada titik-titik yang berdampak langsung terhadap aktivitas warga dan kelancaran lalu lintas agar kebersihan lingkungan kembali pulih secepatnya," tegasnya.
Asep menambahkan bahwa saat ini pemerintah sedang menjalankan operasi pembersihan yang sistematis dengan penggunaan armada yang lebih efisien untuk mempercepat pengangkutan.
Selain itu, melakukan penanganan yang terukur dengan mempertimbangkan aspek operasional di hilir agar tidak terjadi penumpukan baru.
"Selain pengangkutan, fokus juga dilakukan pada pengendalian bau dan pembersihan sisa-sisa sampah demi kesehatan warga," katanya.