Connect With Us

Warga Tangsel Heboh Wahidin Temukan Mayat Bayi dalam Plastik

| Kamis, 22 November 2012 | 21:04

Ilustrasi (antara / antara)

TANGERANG-Sesosok mayat bayi laki-laki ditemukan di dalam kantung plastik oleh warga Kampung Rawa Timur RT 04/05, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel. Temuan itu mayat bayi yang sudah membusuk itu pun membuat heboh warga setempat.

Jenazah bayi tersebut ditemukan pada Kamis (22/11) sore di sekitar tempat sampah, belakang rumah peududuk setempat. Wahidin warga yang pertama kali melihat mayat mengatakan, dirinya memberanikan diri lantaran mencium bau busuk pada kantung plastik hitam yang dihinggapi lalat.

“Setelah dilihat isi kantung plastik itu, ternyata mayat,” jelasnya. Atas temuan itu, Wahidin akhirnya melaporkan persitiwa itu kepada ketua RT setempat. Hadi Suwarni Ketua RT mengatakan, bayi itu dibuang dibelakang rumah seorang warga bernama Yusman.”Saya langsung laporkan temuan itu ke Polsek Pondok Aren,” tuturnya.

Sementara, petugas Polsek Pondok Aren yang menerima laporan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah olah TKP, mayat bayi laki-laki itu langsung dibawa. “Benar, mayat bayi ditemukan lengkap dengan ari-ari terbungkus kantong plastik warna hitam. Untuk identifikasi kami membawanya ke RSUD Kabupaten Tangerang,” jelas Wakapolsek AKP Agus Priyono.
WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill