Connect With Us

Kemasan Modal Sukses Produk UKM

| Selasa, 27 November 2012 | 19:20

UKM Sepatu (tangerangnews / portaltiga.com)

 
TANGERANG- Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diarahkan agar produknya diminati banyak kalangan, kemasan produk dibuat semenarik mungkin. Sebab, kemasan adalah salah satu daya tarik awal konsumen untuk datang.

    Koordinator UKM Kota Tangsel Hartanto mengatakan, kesuksesan para pelaku UKM bisa diraih saat memiliki pemahaman entrepreneur yang mumpuni.

"Secara teori, ada tiga hal yang harus dikuasai  jika ingin sukses. Pertama, menguasai manajemen keuangan, menguasai manajemen produksi, dan manajemen marketing," jelas Hartanto, Selasa (27/11/2012).

    Teori itu, kata Hartanto, ia sampaikan juga pada saat pelatihan manajemen keuangan dan manajemen produksi kemasan untuk para pelaku UKM. Acara itu, diikuti sekitar 150 pengelola UKM dan dihadiri Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel Agus Darmawan, sebagai pemrakarsa kegiatan.
    Dia melanjutkan, UKM bisa bersaing dengan dunia global. Namun, dengan upaya yang dimulai dari pelaku UKM itu sendiri. "Untuk bisa bersaing di era global, gaya berpikir pelaku UKM harus diubah total," jelasnya.
  
  Pola pikir kebanyakan pelaku UKM ini, menurut Hartanto masih kuno. Rata-rata, karakteristik UKM di Kota Tangsel, tidak sesuai dengan kaidan entrepreneurship. Misalnya, tidak berbadan hukum. "Permasalahan UKM di Kota Tangsel diantaranya, masih banyak yang menggunakan peralatan sederhana," jelasnya.

    Padahal, lanjut Hartanto, kemasan merupakan hal penting dalam pemasaran produk. Sebuah barang, atau merek laku di pasaran diawali dari kemasan yang memiliki daya pikat. Baru kemudian, katanya kualitas produk di dalamnya.
Sebab, keputusan orang untuk jatuh cinta dengan produk itu setelah mengetahui kualitas barangnya. "Sementara UKM di Tangsel masih banyak yang belum ada Nomor PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan," tuturnya.   
 Selain itu, merek atau label dan barcode. Merek, apa pun namanya harus memiliki legalitas formal sebagai kekayaan intelektual. Tujuannya agar, merek produk yang dibuat tersebut tidak disadur atau ditiru oleh orang lain. "Kalau karakteristik pelaku UKM tak memiliki itu, sangatlah sulit UKM kita bisa berkembang,” ujarnya.
 
TEKNO
Begini Cara Cek KTP Dipakai Pinjol Ilegal atau Tidak, Bisa Lewat Online

Begini Cara Cek KTP Dipakai Pinjol Ilegal atau Tidak, Bisa Lewat Online

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:33

Masyarakat bisa mengecek sendiri apakah KTP atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka pernah dipakai untuk pinjaman online (pinjol) tanpa izin.

KAB. TANGERANG
Mandiri, Warga RW 026 Bojong Nangka Bangun Ruang Sekretariat Karang Taruna Secara Swadaya

Mandiri, Warga RW 026 Bojong Nangka Bangun Ruang Sekretariat Karang Taruna Secara Swadaya

Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:51

Warga RW 026, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menunjukkan aksi nyata dalam mendukung kegiatan positif generasi muda mereka.

KOTA TANGERANG
39,7 Ton Sampah Diangkut dari Aliran Kali Sabi Tangerang untuk Cegah Banjir

39,7 Ton Sampah Diangkut dari Aliran Kali Sabi Tangerang untuk Cegah Banjir

Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:51

Sebanyak 39,7 ton sampah berhasil diangkut dari aliran Kali Sabi, Kelurahan Cibodas, Kota Tangerang, dalam aksi pembersihan massal yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026.

OPINI
Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Indonesia Surga Mafia Judol Internasional?

Minggu, 17 Mei 2026 | 15:42

Pada 9 Mei 2026 Bareskrim Polri menahan 320 WNA pelaku sindikat judi online di gedung perkantoran Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Setiap tahun selalu ada penangkapan sindikat Judol.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill