Connect With Us

Rampok Ikat Satu Keluarga di Bintaro

| Rabu, 23 Januari 2013 | 16:17

Lokasi rumah milik Tri yang berlokasi di Jalan Mertilang XXV Blok KC.6, No.3, Sektor 9 Bintaro Jaya, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren. (tangerangnews / tmn)

 

TANGERANG-Aksi nekat perampokan di Tangerang Selatan (Tangsel) kembali terjadi. Kali ini kawanan perampok bersenjata beraksi di perumahan mewah Bintaro,  tepatnya di Jalan Mertilang XXV Blok KC.6, No.3, Sektor 9 Bintaro Jaya, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren.
Rabu,  dini hari (23/1/2013).
 
 Pemilik rumah adalah pensiunan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) , Tri Djoko Mulyanto ,68, dan tiga orang anggota keluarganya.
 
Sebelum menggasak harta benda korban, Tri bersama tiga anggota keluarganya, masing-masing Fiki ,27, anak korban,  Dida Karisma Akbar ,20, anak korban, dan Beby Noviani ,50, istri korban, diikat kabel listrik terlebih dahulu oleh para perampok.
 
 
Menurut keterangan korban, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari. Bermula saat Tri, bersama anggota keluarganya tengah terlelap. Saat itulah empat orang perampok memasuki rumahnya melalui saluran udara kamar mandi.
“Saya sempat mendengar ada suara dari kamar mandi, saya pun terbangun,” ucapnya.
 
Saat itulah dia melihat empat orang perampok dengan senjata tajam di tangan-nya. Kemudian keempatnya pun memegang korban dan menginkatnya dengan kabel lstrik.
 
Perampok juga mengikat tiga orang anggota keluarganya yang lain dengan kabel yang sama, seraya megancam. “Mereka mengancam kami, dan meminta kami menyerahkan uang dan perhiasan,” jelasnya.
 
Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, akhirnya, korban memberikan dompet berisi ATM, KTP dan barang berharga lainnya, seperti uang sebanyak USD 1.800, uang tunai Rp2,7 juta, sejumlah telepon genggam, dan kartu kredit, dengan total kerugian mencapai Rp67,5 juta.
 
“Setelah puas mengambil harta benda kami, para perampok kemudian kabur melalui pintu depan rumah kami, dan meninggalkan kami dalam keadaan terikat. Setelah berhasil melepaskan ikatan, kami pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Pondok Aren. Kami trauma sekali,” ucap Tri.  (TMN/DRA)
 
KAB. TANGERANG
Tercemar Pestisida, Dinas Perikanan Tangerang Imbau Warga Tidak Konsumsi dan Jual Hasil Tangkapan Laut

Tercemar Pestisida, Dinas Perikanan Tangerang Imbau Warga Tidak Konsumsi dan Jual Hasil Tangkapan Laut

Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:40

Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang meminta kepada masyarakat pesisir Utara Kabupaten Tangerang untuk tidak mengkonsumsi maupun memperjualbelikan ikan hasil tangkapan dari laut.

OPINI
Kecelakaan Berulang di Pasar Kemis: Ketika Tragedi Bukan Lagi Kebetulan

Kecelakaan Berulang di Pasar Kemis: Ketika Tragedi Bukan Lagi Kebetulan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 19:24

Rangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis, rasanya sudah sulit dianggap sekedar kebetulan. Belum ada satu bulan, setidaknya empat kecelakaan terjadi di wilayah yang kurang lebih sama.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill