Connect With Us

Mutasi Tangsel, Airin Minta Pejabat yang dilantik Bervisi Dalam Bekerja

| Selasa, 5 Februari 2013 | 18:55

Wali Kota Tangsel Airin melantik pejabat baru (tangerangnews / kemal)


 
TANGERANG-Wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany merombak pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel, Selasa (5/2) di German Centre.   
 
Airin melantik 50 orang pejabat yang terdiri dari sembilan orang pejabat esselon II dan 41 orang pejabat esselon III.
 
Dari jumlah tersebut, hanya satu orang yang promosi naik menjadi esselon II, yaitu Teddy Meiyadi, SE yang menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang awalnya sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
 
 Sedangkan 3 orang kepala dinas masuk menjadi staf ahli yaitu Drs. T Zulfuad, Drs H Chaerul Soleh dan Drs. Zainal Aminin.
 
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Tangsel, Azhar Syam’un Rakmansyah Ap, M.Pp mendapat jabatan promosi menduduki jabatan Kepala Kantor Pemadam Kebakaran, dan yang menggantikan Kabag Humas dan Protokol, Drs. Dedy Rafidi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi pada Dinas Pendidikan.
 
Walikota mengatakan,  pelantikan pejabat struktural di lingkungan instansi pemerintah merupakan sebuah dinamika organisasi yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan.
 
Oleh karena itu, pelantikan dan mutasi pejabat hendaklah dimaknai untuk kepentingan organisasi, bukan dari perseptif pemenuhan hak dan kepentingan pegawai.
 
“Parameter yang digunakan seorang pejabat atau pegawai dalam suatu jabatan tertentu adalah sejauh mana pegawai atau pejabat yang dilantik itu akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja organisasi. Untuk itu, menjadi kewajiban bagi pejabat yang baru dilantik untuk mengubah pola pikir dan perilaku yang sesuai dengan jabatan barunya,” jelas Airin.
 
Airin menambahkan,  pada pelantikan yang baru dilaksanakan ini ada pegawai atau pejabat yang mendapatkan mutasi vertikal atau promosi dan mutasi horizontal atau rotasi.
 
Promosi maupun rotasi membawa konsekwensi tersendiri bagi pejabat yang dilantik karena antara bidang tugas yang satu dengan yang lainnya memiliki berbedaan karakter.
 
“Untuk itu, pejabat harus mampu mengembangkan wawasan, kompetensi dan mampu mempunyai visi dalam melaksanakan tugasnya. Saya meminta pejabat yang baru dilantik untuk beradaptasi dengan tempat kerja fahami dengan benar apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab saudara,” tandas wali kota.
 
Airin meminta agar pejabat yang baru saja dilantik untuk secepatnya melakukan serah terima jabatan dan melaksanakan tugas, menyusun time table yang merupakan kunci dalam mendisiplinkan pejabat terhadap seluruh progma kegiatan yang harus dipatuhi. (HMS)

BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill