Connect With Us

Pengguna Jalan Keluhkan Angkot di Tangsel Parkir Sembarangan

| Jumat, 8 Februari 2013 | 19:54

Bundaran Pamulang. (tangerangnews / dira)



TANGERANG
- Pengguna jalan mengeluhkan puluhan angkot parkir sembarangan di Jalan Aria Putra dekat Pasar Ciputat, Tangerang Selatan.

'Dibilang terminal bukan, tapi angkot banyak yang parkir menunggu penumpang,' ujar Anto salah satu pengguna jalan warga Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Jumat  (8/2).

Anto ,26, mengatakan, sering tersendat jalannya ketika keluar dari Pasar Ciputat menuju Jalan Aria Putra, Kedaung. Terlebih jika sopir angkot ditegur, mereka pura-pura tidak mendengar. Sebagian Jalur Jalan Aria Putra dekat Pasar Ciputat diambil oleh pemberhentian puluhan angkot. 'Sudah di Pasarnya macet, jalan keluar pasar juga macet,' terangnya.

Anto menjelaskan, laju kendaraan seringkali terkunci akibat ulah angkutan umum yang berhenti. Ketika keluar dari terowongan Pasar Ciputat, laju kendaraan tertahan oleh parkir angkot, sementara dari arah lain menuju Fly Over Ciputat kendaraan maju terus, sehingga keruwetan terjadi setiap hari. 'Banyak yang tidak mau mengalah, kadang motor juga mengambil jalur berlawanan untuk menghindari macet,' ujarnya

Sari ,22, warga RT 03/03 Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan mengungkapkan, Bus Patas AC 76 jurusan Senen juga selalu parkir di jalur kendaraan samping Fly Over Ciputat, dan menyisakan satu jalur saja untuk melaju, ini membuat mobil dan motor saling berebutan jalan. Yang parkir juga tidak hanya satu Bus tapi bisa sampai dua Bus. 'Ya, akhirnya kita desak-desakan, apalagi hari kerja, kan tidak mau terlambat,' katanya.

Sementara, Dinas Perhubungan Tangerang Selatan Mursan Sobari mengakui belum bisa membuat terminal dan masih mengandalkan terminal lintasan yang ada di area Pasar Ciputat, Pasar Serpong dan Pondok Aren. Terminal lintasan terebut belum memenuhi syarat yang berakibat pada kemacetan. 'untuk saat ini kita biarkan saja dahulu, sambil kita usahakan dengan menertibkannya,' ujarnya

Menurut Mursan, Tangsel belum memiliki terminal semenjak didirikannya dan akan merencanakan terminal berdasarkan tata ruang. Pihaknya akan mendesign terminal yang representatif. Mursan menambahkan, membangun sebuah rencana itu harus ada tahapan  'Kita sudah membuat Detail Engineering Design (DED) dan kita fokuskan di Pondok Cabe,'katanya.

Mursan belum bisa memberikan kepastian kapan terminal resmi akan dibangun di Pondok Cabe. Mursan mengakui, pembuatan terminal cukup berat karena berkaitan dengan anggaran yang cukup besar dan harus dikaitkan dengan pusat.

Diakuinya , APBD Tangerang Selatan belum mampu untuk mengakomodasi pembuatan terminal, makanya akan didorong ke Kementrian Perhubungan. 'Kalau masalah perizinan itu soal yang mudah. yang penting tidak menyalahi tata ruang kita,' ujarnya. (DRA)




 
WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

BISNIS
Solusi Nikah Praktis, Ruang Mula di Tangerang Tawarkan Paket Intimate Wedding Mulai Rp40 Jutaan

Solusi Nikah Praktis, Ruang Mula di Tangerang Tawarkan Paket Intimate Wedding Mulai Rp40 Jutaan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:38

Industri pernikahan di Kota Tangerang kembali diramaikan dengan hadirnya venue pernikahan anyar.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

KAB. TANGERANG
20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:13

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencatat masih ada sekitar 20.000 pekerja sektor informal di wilayahnya yang hingga saat ini belum tersentuh jaminan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill