Connect With Us

530 Menu Olahan Umbi Pecahkan Rekor Muri

| Minggu, 24 Maret 2013 | 19:13

 
TANGSEL-Sebanyak 530 menu olahan berbahan umbi-umbian yang diolah di Sekolah Tingi Pariwisata (STP) Syahid, Pondok Cabe, Pamulang, Kota Tangsel pecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri), Sabtu (23/3), lalu. Sebelumnya, Muri mencatat sebanyak 445 menu varian umbi-umbian tahun 2011 lalu di Yogyakarta.
 
“Muri mencatat ini adalah rekor superlatif yang mampu dipecahkan dalam bidang kulenari nusantara. Sebelumnya, Muri mencatat hal yang sama, yakni sebanyak 445 menu olahan umbi-umbian pada tahun 2011 di Yogyakarta. Dan kini, rekor tersebut terpecahkan bersamaan dengan ulang tahun ke-30 STP Syahid,” kata Awan Rahardjo, Representatif Muri.
 
Menurut Awan, menu dari umbi-umbian yang super banyak ini merupakan hal yang sangat luar biasa yang mampu diciptakan bangsa Indonesia dalam satu kegiatan. Yang mana, hal ini juga menandakan bahwa bangsa ini amat kaya sekali dengan menu alternaif yang bisa diperdayakan untuk menjadi bahan pokok di masa mendatang. “Hasil olahan umbi-umbian ini bukan hanya mencatatkan rekor, namun juga lezat,” ucapnya.
 
Dia berharap, bahan umbi-umbian ini dapat terus dikebangkan oleh insan-insan kreatif di Indonesia, sehingga nantinya, Indonesia pada umumnya, dan Kota Tangsel pada khususnya mampu menciptakan panganan luar biasa ini bagi perkembangan kulineri Indonesia. “Jika menu-menu lezat ini terus dikembangkan, bisa saja tidak hanya terkenal di Indonesia, namun bisa mendunia. Apalagi, dengan catatan rekor Muri ini, semakin mengatkan bahwa umbi-umbian juga bisa jadi produk unggulan Indonesia,” pungkasnya.
 
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tangsel Nurdin Marzuki mengatakan, ini merupakan pemecahan rekor pertama bidang kuliner di Indonesia. Yang artinya, Tangsel juga memiliki potensi besar yang bisa dikebangkan dari umbi-umbian untuk mendukung produk kulinernya di Indonesia. “Pemberdayaan pangan lokal ini, mestinya jadi produk yang perlu dikembangkan terus di Tangsel,” imbuhnya.
 
Panganan lokal yang bisa dibalut dengan aneka kreasi ini, diharapkan juga bisa menjadi produk unggulan Tangsel untuk nasional. Yang nantinya, bisa menginspirasi warga Tangsel untuk membudidayakan panganan lokal ini menjadi produk yang bisa diproduksi kalangan UKM, dan dipasarkan melalui koperasi-koperasi yang dinaungi pemerintah.
 
“Umbi-umbian yang sudah dibentuk menjadi aneka makanan ini sangat bagus jika dikembangkan UKM, kami sangat mendukung sekali apabila nanti, STP Syahid, dan juga produsen tepung umbi-umbian seperti Arumsari ini, berkenan memberikan ketrampilanya untuk pelaku UKM di Tangsel, dan bahkan saat ini Banten siap untuk menjadikan tepung ini sebagai varian unggulan,” jelasnya.
 
Lebih lanjut Nurdin menyatakan, produk tepung umbi-umbian yang sudah tercatat hak petennya ini, diharapkan juga bisa mejadi produksi lokal untuk nasional yang dikemudian hari bisa mendunia. “Sudah banyak yang datang ke Tangsel ini untuk belajar memanfaatkan umbi-umbian sebagai bahan pokok alternatif. Ini kabar gembira juga bagi kami, karena bisa mengangkat mana Tangsel di kancah nasional,” pungkasnya. (KUN)
 
TEKNO
Perhatikan 5 Faktor Penting Fundamental Sebelum Memilih Aset Crypto

Perhatikan 5 Faktor Penting Fundamental Sebelum Memilih Aset Crypto

Kamis, 9 Juli 2026 | 18:15

Banyak investor tertarik membeli aset crypto hanya karena melihat harga yang sedang naik. Padahal, keputusan investasi yang baik berdasarkan analisis fundamental.

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

NASIONAL
Warga Tangerang Ditemukan Tewas di Bawah Flyover BIM Padang, Ada Jeratan Tali di Leher

Warga Tangerang Ditemukan Tewas di Bawah Flyover BIM Padang, Ada Jeratan Tali di Leher

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:48

Warga di kawasan Kelurahan Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria di bawah flyover Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Rabu 8 Juli 2026, malam.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill