Connect With Us

Bandar Ganja Kelas Teri Dibekuk di Pamulang

| Kamis, 4 April 2013 | 16:33

Ilustrasi Daun Ganja (tangerangnews / tangerangnews)

 
TANGSEL-IW ,34, pengedar paket ganja kering yang kerap berperasi di Kecamatan Pamulang, Serpong dan Setu dibekuk aparat Polsek Pamulang, Rabu (3/4) malam.
 
Dari tangan pelaku disita sebanyak 10 paket ganja kering siap edar yang disembunyikan pelaku dalam kantong dan juga speaker aktif di rumahnya, di kawasan Villa Melati Mas, Kecamatan Serpong Utara.
 
Penangkapan ini, bermula dari informasi warga yang kerap melihat pelaku transaksi di lapangan. Warga yang mencurigai gerak-gerik pelaku kemudian meminta aparat kepolisian melakukan investifgasi.
 
“Setelah mendapatkan informasi dari warga, kami melakukan observasi di lapangan. Dan kami temukan pelaku sesuai ciri-ciri yang diinformasikan warga,” kata Kompol Nasir, Kapolsek Pamulang, Kamis (4/4).
 
Setelah mendapati pelaku, polisi kemudian melakukan pemantauan atas aktifitas pelaku dalam mengedarkan barang haram tersebut. Dan setelah memastikan bahwa pelaku sesuai dengan yang diinformasikan warga, akhirnya pelaku diamankan oleh petugas.
 
“Saat kami amankan, kami dapati dua paket lintingan ganja kering siap pakai di kantong celana pelaku,” imbuhnya.
 
Namun, kerja polisi tidak sampai di situ. Dari keterangan yang diberikan pelaku, kemudian dikembangkan kasusnya hingga ke kediaman pelaku di Villa Melati Mas, Serpong Utara.
 
“Di rumahnya, kami dapati lagi delapan paket ganja kering siap edar yang disembunyikan pelaku di dalam speaker aktif. Nampaknya, pelaku sudah sangat hapal cara bermain bisnis ganja ini,” tandasnya.
 
Masih kata Nasir, pelaku merupakan pengguna yang sudah cukup lama bermain ganja. Awalnya, pelaku hanya pengguna, dimulai dari mencoba, menikmati, ketagihan, dan akhirnya mencari keuntungan dengan mengedarkan ganja yang didapatnya dari pengedar besar. “Target edarnya adalah para pelajar SMA, dan para ABG. Pelaku biasa mengedarkannya di kawasan Pamulang, Serpong dan Setu, atau sekitaran Tangsel,” ulasnya.
 
Atas perbuatan pelaku, polisi akan menjeratnya bukan hanya dengan pasal pengguna narkotika, namun juga pengedar. Sebab, selain mengunakan sendiri paket ganja tersebut, pelaku juga mengedarkannya.
 
“Kami akan menjeratnya dengan UU Narkotika Nomor 35/2009, dengan ancaman cukup berat. Selain pasal pengguna, kami juga akan kenakan pelaku dengan pasal pengedar,” pungkasnya.
 
IW sendiri mengaku, awalnya dia hanya menggunakan ganja untuk konsumsi sendiri. Namun, karena ada beberapa temannya yang meminta barang haram tersebut, akhirnya sedikit-demi sedikit ia memberikannya kepada orang lain. “Saya tidak mengedarkan, hanya pakai bareng-bareng. Tidak ada yang saya jual, buat konsumsi sendiri saja,” kilahnya kepada wartawan. (KUN)
 
BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill