Connect With Us

Maling Gasak Sepeda Rp51 Juta

| Kamis, 4 April 2013 | 20:29

 

 
TANGSEL– Aksi pencurian terjadi di kawasan perumahan elit Graha Raya Bintaro, Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren kembali terjadi. Kobannya bukan orang sembarangan, ketua RW setempat yang jadi target kawanan pencuri kali ini.
 
Atas ulah para pelaku pencurian, Wahyudin, yang juga berstatus sebagai Ketua RW.08, Perumahan Graha Bintaro, harus kehilangan satu unit sepeda gunung kesayangannya, senilai lebih dari Rp51 juta. “Sepeda gunung saya digondol maling,” ucap Wahyudin, Kamis (4/4).
 
Menurutnya, aksi pencurian diduga terjadi sekitar Selasa (03/4) malam lalu. Hal itu diketahui salah seorang pekerja yang mengabarkan bahwa sejak hari itu, dia tidak melihat dua unit sepeda milik Wahyudin di rumahnya. Namun, pemilik rumah baru pada Rabu (3/4), menyadari hal tersebut.
 
“Saya kaget, saat saya memeriksa halaman rumah, sepeda saya sudah tidak ada di parkiran. Karena saya yakin sepeda itu dicuri, akhirnya saya melaporkan kejadian itu kepada petugas Polsek Pondok Aren. Saying sekali, padahal sepeda itu kesayangan saya dan sudah dimodifikasi,” jelasnya.
 
Menurutnya, atas kejadian itu, dia mengalami kerugian hingga Rp51 juta. Sebab, untuk satu sepeda harganya bisa mencapai Rp45 juta, plus dana modifikasinya hingga Rp6 juta. “Yang lebih saya sesali, sepeda tersebut punya kenangan tersendiri dan memiliki historis, saat saya touring ke Gunung Merapi, ketemu embah Marijan (almarhum),” ungkapnya.
 
Sementara itu, petugas Polsek Pondok Aren yang mendapatkan laporan kehilangan dari salah satu RW-nya, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengerahkan anjing pelacak. Sayang, anjing pelacak hanya berputar-putar di sekitar halaman depan rumah Wahyudin. Hewan tersebut pun tak bergerak didekat pagar beton yang merupakan pembatas antara perumahan Graha Bunga dan perkampungan warga di belakang rumah korban.
 
Petugas K9 Polda Metro Jaya Briptu Maijer mengatakan, pihaknya melakukan penelurusan dengan menggunakan anjing pelacak mengacu pada keterangan korban. “Dari penelusuran yang kami lakukan, kami masih kesulitan menemukan jejak pelaku. Penyebabnya, jejak pelaku kemungkinan sudah hilang terkena guyuran hujan,” imbuhnya.
 
Meskipun begitu, pihaknya tetap akan memburu pelaku dan menyerahkan pencariannya kepada petugas Polsek Serpong. “Ya, karena hujan turun sudah lebih dari 8 jam, jejak pelakunya sulit dilacak. Tapi kami akan kembali melacak lagi dengan cara lain. Saat ini, polisi masih memburu pelaku pencurian sepeda tersebut,” singkatnya. (KUN)
 
TANGSEL
Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane

Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49

Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.

BANDARA
Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Penumpang Libur Imlek 2026 di Bandara Soetta Diproyeksikan Capai 1,7 Juta

Kamis, 12 Februari 2026 | 21:31

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat pada periode libur Tahun Baru Imlek 2026

KOTA TANGERANG
Bukan dari Sambaran Kilat, Sejarah Asal-usul Nama Kelurahan Petir Kota Tangerang

Bukan dari Sambaran Kilat, Sejarah Asal-usul Nama Kelurahan Petir Kota Tangerang

Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:34

Nama Kelurahan Petir di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, kerap dikaitkan dengan fenomena alam berupa sambaran kilat. Namun catatan sejarah justru mengungkapkan hal yang berbeda.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill