Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANG – Malware atau virus android jenis anyar yang sangat berbahaya baru saja ditemukan perusahaan keamanan Lookout Security. Virus ini bisa membuat anda mau tak mau harus mengganti smartphone karena tak bisa dibasmi.
Virus jenis baru ini menyamarkan diri menyerupai aplikasi seperti Facebook, Twitter, hingga Snapchat dan menyebar di toko-toko aplikasi tak resmi. Yang bikin khawatir, virus tersebut bisa berfungsi layaknya tak terjadi apa-apa.
Padahal, aplikasi dari virus itu bisa membobol sistem keamanan OS Android (root OS Android secara otomatis). Namun, berbeda dengan aslinya, aplikasi tersebut akan menampilkan banyak iklan (adware).
Munculnya iklan secara otomatis ini sangat menguntungkan bagi hacker pembuat virus. Pasalnya, dalam setiap iklan dia akan mendapat uang dan akses ke OS Android bisa dimanfaatkan untuk mencuri data rahasia pemilik smartphone.
Parahnya, tak ada cara yang bisa digunakan untuk membasmi virus jenis ini. Adware akan masuk ke sistem operasi terdalam perangkat dan menginstal diri menjadi aplikasi sistem. Alhasil, virus itu mustahil untuk dihapus.
Perusahaan keamanan asal California itu menyarankan smartphone yang terjangkit untuk segera diganti karena tak ada cara lain untuk menghilangkan virus tersebut. Untuk menghindarinya, lebih baik mengunduh aplikasi dari Google Play Store.
Dilansir dari Daily Mail, virus ini sudah menyebar di lebih dari 20 ribu toko aplikasi populer yang tak resmi, diantaranya Shuanet, Kemoge, dan Shudun. Virus itu juga menyerang beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat, Rusia, Brasil, serta Meksiko.
TODAY TAGPotensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews