Connect With Us

Indodax Gelar Festival Film Pendek Berhadiah Total Rp100 Juta

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 14 Oktober 2019 | 13:44

Indodax Short Film Festival 2019. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Perfilman Indonesia kini semakin menunjukkan geliatnya. Hal ini ditandai dengan banyaknya deretan judul film-film baru karya anak bangsa yang ada di list tayangan bioskop.

Antusiasme masyarakat pun dinilai terbilang positif. Tidak sedikit diantara mereka telah menyadari bahwa kini perfilman Indonesia disinyalir mampu memperdalam pengetahuan mereka akan sesuatu hal yang baru termasuk mengenai kemajuan teknologi.

Untuk merespon perkembangan tersebut, Indodax sebagai marketplace aset digital terbesar di Indonesia menyadari pentingnya eksistensi komunitas film maker muda Indonesia, untuk selalu dipelihara dan diberikan tempat agar mereka terus berkreasi.

Indodax Short Film Festival 2019.

Bertajuk “Aset Masa Depan” sebagai sebuah tema, Indodax menyelenggarakan Indodax Short Film Festival 2019 (ISFF 2019).

CEO Indodax, Oscar Darmawan menyebutkan ISFF 2019 ditujukan tidak hanya sekedar sebagai wadah mengekspresikan diri terutama bagi para kaum millennial, tetapi juga menjadi ajang untuk menambah kemunculan sinema pendek Indonesia yang lebih beragam, sehat, inspiratif, berdaya saing dan edukatif.

“Perhelatan ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri kreatif di dunia perfilman dan sebagai apresiasi kepada para sineas perfilman Indonesia,” jelasnya. Senin (14/10/2019).

Oscar menambahkan, untuk memberikan tambahan insentif bagi para Sineas, pergelaran ISFF 2019 ini akan ada total hadiah senilai Rp100 juta menanti bagi empat kategori pemenang. Bagi yang tertarik untuk berpartisipasi dalam kompetisi ISFF 2019, periode submisi berlangsung dari tanggal 2 September – 3 November 2019 melalui laman http://event.indodax.com.

Selain itu, ISFF 2019 ini juga akan melibatkan dua legenda perfilman Indonesia yang karyanya tidak lekang oleh waktu, yaitu Fajar Nugros dan Goen Rock yang turut memeriahkan acara ini sebagai salah dua dewan juri.

Di sela-sela diskusi, Fajar Nugros menceritakan bahwa di masa lalu sewaktu dia bermimpi menjadi sutradara, salah satu kesulitan yang menjadi tantangan baginya adalah mencari ruang dan media untuk menunjukkan karya.

“Namun, dengan banyaknya festival film pendek saat ini, salah satunya yang digelar Indodax adalah kesempatan besar untuk filmmaker-filmmaker muda unjuk karya,” katanya.

Tidak ketinggalan, Sineas terkenal dalam negeri yakni Goen Rock ikut berkomentar. Dia memahami saat ini banyak sekali kemunculan teknologi filmmaking yang semakin mempermudah, untuk memproduksi karya audio visual dan dapat diperoleh dengan harga yang semakin terjangkau.

Bahkan, media berekspresi juga semakin mudah untuk diakses seolah terus memberikan peluang untuk pembuktian serta aktualisasi diri.

“Agar generasi muda sebagai aset masa depan tidak sekadar menjadi self-declared filmmaker, mereka juga berhak mendapatkan wadah untuk bisa berekspresi liar di jalur yang benar, salah satunya adalah dengan mengikuti festival film Indodax Short Film Festival 2019. Disini mereka akan diuji untuk menjadi filmmaker berkompeten,” ujar Goen Rock.

Dalam pelaksanaan perdananya, terdapat kegiatan Awarding Night yang berisikan serangkaian acara dan program seru nan kreatif, yang dapat dinikmati oleh masyarakat seperti workshop, temu komunitas, penayangan beberapa film pendek dari peserta.

Kabar baiknya, Fajar Nugros juga akan memberikan pelatihan terkait dunia perfilman pada acara Awarding Night tersebut. Di samping itu, sebagai salah satu agenda yang bertujuan menambah wawasan serta memicu ide baru dan kreatifitas masyarakat, kegiatan ini rencananya akan digelar di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail pada tanggal 9 Desember 2019.(RAZ/HRU)

OPINI
Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:17

Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.

NASIONAL
Bentrok Maut Pecah di Matraman Jakarta, Dipicu Tidak Bayar Nasi Uduk, 1 Orang Dikabarkan Tewas

Bentrok Maut Pecah di Matraman Jakarta, Dipicu Tidak Bayar Nasi Uduk, 1 Orang Dikabarkan Tewas

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:34

Suasana kawasan pemukiman padat penduduk di sekitar Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, mendadak mencekam pada Minggu pagi, 26 Juli 2026.

KOTA TANGERANG
Empat Bulan Jelang Porprov, KONI Kota Tangerang Gaspol Susun Strategi Pemenangan

Empat Bulan Jelang Porprov, KONI Kota Tangerang Gaspol Susun Strategi Pemenangan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:21

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang serius menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan.

TANGSEL
Mengenal Demam Tipes: Penjelasan Medis Komprehensif dari Dokter RS Sari Asih Bintaro

Mengenal Demam Tipes: Penjelasan Medis Komprehensif dari Dokter RS Sari Asih Bintaro

Senin, 27 Juli 2026 | 09:37

Demam tinggi yang berlangsung selama beberapa hari sering kali memicu kecemasan di tengah masyarakat. Di Indonesia, salah satu penyebab demam berkepanjangan yang paling sering dijumpai adalah penyakit tipes

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill