Connect With Us

Catat, 6 Pekerjaan Ini Tidak Akan Digantikan AI

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 24 April 2024 | 11:25

Ilustrasi AI (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin pesat, sehingga banyak orang khawatir akan hilangnya pekerjaan karena kemampuan AI untuk menangani tugas-tugas tertentu. 

Namun, meskipun AI telah mengubah banyak aspek kehidupan dan industri, ada beberapa pekerjaan yang tetap bergantung pada kemampuan manusia yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. 

Berikut adalah enam pekerjaan yang tetap relevan dan tidak akan digantikan oleh AI seperti dilansi dari kanal YouTube Purwadhika Digital Technology School, Rabu, 24 April 2024.

1. Guru dan Pendidik

Meskipun AI dapat menjadi alat yang kuat dalam pembelajaran, seorang guru masih memerlukan keterampilan persuasif dan pemahaman emosional terhadap murid-muridnya. Hubungan interpersonal antara guru dan murid tidak dapat dipertukarkan dengan kecerdasan buatan.

2. Software Engineer

Meskipun AI dapat menghasilkan kode atau algoritma, logika dan pemikiran kontekstual yang diperlukan untuk mengembangkan perangkat lunak masih sangat bergantung pada keahlian manusia. Kemampuan AI dalam menggantikan peran seorang insinyur perangkat lunak masih jauh dari sempurna.

3. Pemasar (Marketer)

Meskipun AI dapat membuat konten atau menghasilkan caption, pemasar yang efektif harus sensitif terhadap perubahan dinamis dalam perilaku manusia. Memahami dan menanggapi perubahan ini secara tepat tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan.

4. Data Scientist

Meskipun AI dapat menganalisis data, seorang ilmuwan data tidak hanya menganalisis data tetapi juga mempertimbangkan konteks dan dampaknya pada manusia atau bisnis. Keterampilan ini tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan.

5. Desainer (Designer) dan UX Desainer

Meskipun AI dapat menghasilkan desain visual atau antarmuka pengguna, keahlian manusia dalam memecahkan masalah dan memahami kebutuhan pengguna tetap penting dalam proses desain. Desainer masih diperlukan untuk memastikan kebutuhan dan pesan pengguna dipahami dengan baik.

6. Manajer Produk (Product Manager)

Meskipun beberapa tugas operasional seorang manajer produk dapat diotomatisasi, pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah kompleks masih memerlukan keahlian manusia. Kemampuan untuk menggabungkan berbagai masukan subjektif dan memimpin tim tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan.

Meskipun AI terus berkembang, pekerjaan-pekerjaan ini menunjukkan bahwa ada aspek-aspek penting dalam kehidupan dan bisnis yang masih bergantung pada keterampilan manusia yang unik. 

Keberadaan AI dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas, namun kehadiran manusia tetap penting dalam menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang kompleks.

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

NASIONAL
Pemerintah Akan Batasi Izin Minimarket Agar Tak Ganggu Kopdes Merah Putih, Aprindo Buka Suara

Pemerintah Akan Batasi Izin Minimarket Agar Tak Ganggu Kopdes Merah Putih, Aprindo Buka Suara

Kamis, 26 Februari 2026 | 19:32

Polemik pembatasan minimarket khususnya Alfamart dan Indomaret, kembali memanas menyusul rencana pemerintah pusat untuk menghentikan izin baru bagi minimarket di wilayah pedesaan.

TEKNO
YouTube Eror di Indonesia, Pengguna Tak Bisa Akses Beranda hingga Shorts

YouTube Eror di Indonesia, Pengguna Tak Bisa Akses Beranda hingga Shorts

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:37

Layanan berbagi video milik Google, YouTube, dilaporkan mengalami gangguan secara global pada Rabu, 18 Februari 2026, pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill