Connect With Us

Google Minta Pengguna Ganti Akun Gmail Mulai 2025, Ini Sebabnya 

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 26 Desember 2024 | 10:01

Ilustrasi Gmail (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Mulai 2025, Google mendorong pengguna Gmail untuk membuat alamat email baru. Langkah ini diambil guna meningkatkan keamanan pengguna dari ancaman phishing, malware, dan penipuan online yang terus berkembang.  

Meningkatnya aktivitas email bermuatan malware dan serangan siber, terutama yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), menjadi alasan utama di balik imbauan ini. 

Meski Google telah memblokir lebih dari 99,9% email berbahaya, ancaman ini masih berpotensi bahaya bagi keamanan 2,5 juta pengguna Gmail.  

Menurut pernyataan Google, teknologi AI kini dimanfaatkan untuk memperkuat sistem keamanan Gmail. Dengan mengintegrasikan model AI berbasis Large Language Model (LLM), sistem ini mampu mendeteksi dan menangkal spam, phishing, serta malware secara lebih efektif. 

Namun, firma keamanan siber seperti McAfee memperingatkan bahwa teknologi ini juga dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk menciptakan serangan yang lebih canggih dan sulit terdeteksi.  

"Seiring perkembangan AI yang lebih mudah diakses saat ini, penjahat siber menggunakannya untuk menciptakan scam yang lebih meyakinkan dan terpersonalisasi, sehingga lebih sulit terdeteksi," kata Firma keamanan siber McAfee dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis, 26 Desember 2024.

Google telah menguji fitur baru bernama Shielded Email. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat alamat email alias untuk penggunaan satu kali atau terbatas. 

Pesan yang diterima melalui alamat alias akan diteruskan ke email utama pengguna, sehingga email utama tetap terlindungi dan tidak terekspos secara publik.  

Sistem serupa juga diperkenalkan oleh Apple dengan fitur Hide My Email, yang memungkinkan pengguna membuat alamat email unik dan acak tanpa membagikan email utama mereka.  

Spam dan penipuan yang memanfaatkan email terus meningkat. Data dari Mailmodo menunjukkan bahwa pesan spam menyumbang lebih dari 46,8% lalu lintas email secara global. Banyak perusahaan kini beralih ke platform komunikasi lain seperti Teams, Slack, atau aplikasi pesan instan untuk menghindari risiko ini.  

TANGSEL
Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08

Kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat bayi perempuan di teras Klinik Amalia, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

BANTEN
Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua predikat Platinum Alignment pada ajang La Tofi 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill