Connect With Us

Komdigi Akan Awasi Peredaran Konten Anomali di Media Sosial

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 13 Mei 2025 | 12:07

Ilustrasi anak main gadget. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan akan mengawasi penyebaran konten anomali di berbagai platform media sosial. Hak ini dilakukan untuk menjaga ruang digital tetap sehat, khususnya bagi anak-anak.

Melansir dari Bloomberg Technoz, konten anomali di media sosial merujuk pada jenis konten yang menyimpang dari norma umum, baik dari sisi isi, gaya, maupun tujuan. Konten seperti ini kerap menampilkan hal-hal absurd, tidak relevan dengan konteks, hingga sulit dimengerti, namun justru menarik perhatian karena keunikannya.

Salah satu contoh konten anomali yang sempat ramai diperbincangkan adalah ‘Tung-tung Sahur’, yakni sebuah karakter buatan AI berbentuk animasi kentungan yang menyerupai layaknya manusia.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar menjelaskan, pengawasan konten anomali akan dilakukan melalui Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dan Perlindungan Anak, yang juga dikenal sebagai PP Tunas.

"Di peraturan mengenai perlindungan anak kan sebenarnya juga ada mengatur masalah konten. Jadi, di (peraturan) perlindungan anak itu ada mengatur terkait produk, fitur, dan layanan, termasuk konten. Peraturan pemerintah itu dimaksudkan untuk hal tersebut nantinya," ujar Alexander, Senin, 12 Mei 2025.

Meski demikian, implementasi dari PP Tunas tidak bisa dilakukan secara instan. Alexander menambahkan bahwa aturan tersebut memberikan waktu transisi selama dua tahun sebelum berlaku sepenuhnya.

Sebagai tambahan, konten anomali umumnya memiliki ciri-ciri visual atau audio yang tidak biasa, seperti editan ekstrem, efek glitch, atau gambar distorsi. Lalu terselip humor absurd yang tidak masuk akal bahkan tidak lucu secara konvensional, namun mengundang tawa karena keanehannya.

Selain itu, gaya penyajian yang mengganggu atau menimbulkan ketidaknyamanan, misalnya wajah manusia yang dimodifikasi secara aneh atau suara robotik, serta tidak memiliki narasi yang jelas dan sulit dipahami maksudnya.

Konten anomali juga meniru konsep ‘video cursed’ atau suasana ganjil seperti dalam liminal spaces yang membingungkan.

TANGSEL
Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Gantikan Toa Masjid yang Ditembak, Stafsus Menag Imbau Warga Tak Terprovokasi dan Serahkan Kasus ke Polisi

Rabu, 4 November 2026 | 21:17

Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Gugun Gumilar turun tangan merespons insiden rusaknya pengeras suara Masjid Al-Falah di Komplek Alvita, Pondok Sawah Indah, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akibat ditembak seorang warga.

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill