Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini tengah mempersiapkan skema akses internet super cepat dengan harga yang sangat terjangkau dengan berencana melelang spektrum frekuensi Broadband Wireless Access (BWA) yang beroperasi di pita 1,4 GHz dengan lebar 80 MHz.
Dirjen Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni mengatakan, hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi ini memiliki potensi untuk menyediakan layanan internet berkecepatan 100 Mbps dengan tarif yang sangat bersahabat, berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.
"Ya, karena ini kan apa ya sebagai akses ya kelihatannya dari teknologi yang menurut ITU ini benar-benar bisa memberikan aspek yang murah kepada masyarakat. Itu dari kajian sih," ujarnya dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis, 6 Februari 2025.
Ia menjelaskan, teknologi yang diacu dalam studi ini merupakan solusi ideal untuk menekan biaya akses internet, asalkan penyedia layanan mengintegrasikan jaringan fiber optik untuk mendukung distribusi sinyal ke rumah-rumah.
Lebih lanjut, pemerintah berupaya untuk memanfaatkan spektrum tersebut agar layanan internet yang murah dan cepat dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kerangka ini, frekuensi 1,4 GHz akan segera dilelang kepada para operator yang telah memiliki izin jaringan tetap berbasis Packet Switched.
"Jadi ingat ini bukan untuk seluler. Jadi sebenarnya kalau mereka akan membangun di sini, dia harus bawa fiber optik dulu, lalu dia naikkan (pancarkan) ke rumah-rumah lewat akses internet," katanya.
Proses lelang ini diperkirakan akan berlangsung pada minggu ketiga Februari 2025, dengan struktur alokasi frekuensi yang terbagi ke dalam tiga blok wilayah, sehingga diperkirakan akan ada tiga pemenang yang terpilih.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGRichard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)
Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews