Connect With Us

Sosok Aiptu Exwanto, Anggota Polsek Batuceper Tangerang Asuh 95 Anak Yatim Piatu dan Lansia Pakai Uang Pribadi

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 13 Januari 2025 | 21:22

Aiptu Exwanto, Bhabinkamtibmas Polsek Batuceper, Polres Metro Tangerang Kota yang mengasuh 95 anak yatim piatu dan lansia di Yayasan Berkah Amanah, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Aiptu Exwanto, Bhabinkamtibmas Polsek Batuceper, Polres Metro Tangerang Kota ini tak hanya mengemban amanah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga mengasuh puluhan anak yatim piatu dan lansia di Yayasan Berkah Amanah, Kelurahan Poris Gaga, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten.

Exwanto telah menjalankan kegiatan mengasuh 95 anak yatim piatu dan lansia di yayasan itu sejak 2017. Selama delapan tahun mengasuh, ia dibantu oleh 15 pengurus yayasan tersebut.

Ia bercerita, awal mula mengasuh, karena ada seorang anak yang orang tuanya baru saja meninggal, namun tidak bisa membeli seragam untuk melanjutkan sekolah.

"Saya berpikir mungkin bukan di sini saja, di tempat lain juga begitu. Akhirnya saya bergerak menghimpun bersama kader Posyandu Kemuning 8. Kita membuat sesuatu perkumpulan untuk menghimpun anak-anak yatim yang ada di Poris Gaga," terang Exwanto, Senin 13 Januari 2025.

Exwanto mengatakan setidaknya sebulan sekali dirinya bersama puluhan anak yatim dan lansia menggelar pengajian di rumah yayasan berukuran sekitar 4x9 meter tersebut.

Selain pengajian, kegiatan kumpul itu menjadi tempat para anak asuhnya menyampaikan keluh kesahnya.

"Biasanya sebulan sekali kita laksanakan pengajian untuk mendoakan para orang tua mereka yang sudah tiada. Kedua, kita ada forum tanya jawab, mungkin ada keluhan-keluhan dari anak yatim atau mungkin orang tua yang tidak mampu," ujarnya.

Ia mengaku menjalankan operasional Yayasan Berkah Amanah itu menggunkan uang pribadinya lantaran belum memiliki donatur.

Namun, Exwanto berharap ke depan bisa lebih berkembang dengan bantuan dari pemerintah atau perusahaan di wilayah tersebut.

"Saat ini dari pribadi, donatur pribadi, kita untuk melangkah ke pemerintah atau perusahaan-perusahaan belum bisa, karena waktu itu belum punya akte notaris. Tapi di bulan ini mudah-mudahan ke depan bisa berkembang untuk pemerintah maupun perusahaan di wilayah kita," ujarnya.

Salah satu anak asuhnya, Kevin, merasa nyaman tinggal di yayasan tersebut. Kevin menganggap Exwanto dan 15 pengurus lainnya sebagai orang tua sendiri.

"Di sini rasanya enak, pengurusnya baik-baik, penyayang udah kayak orang tua sendiri," jelas Kevin.

Sementara itu, Kapolsek Batuceper Kompol Gunawan memuji kegiatan positif dari anggotanya tersebut. Ia berharap aksi Aiptu Exwanto dapat ditiru oleh anggota polisi lainnya, khususnya Bhabinkamtibmas Polsek Batuceper.

"Untuk itu kami juga menyampaikan kepada anggota yang lain, khususnya kepada para bhabin ini di wilayahnya yang bersentuhan langsung kepada masyarakat agar memberikan dampak positif," imbuhnya.

 

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill