Connect With Us

Pahoa Buka Dua Program Studi Baru

Denny Bagus Irawan | Rabu, 15 April 2015 | 12:31

Ketua Yayasan Pendidikan dan Pengajaran (YPP) Pahoa Suryono Limputra. (Dira Derby / TangerangNews)



TANGERANG-Pahoa College Indonesia, yang berlokasi di kawasan Summarecon Mall Serpong (SMS), Tangerang membuka dua program studi terbaru, yakni  Pendidikan Guru Bahasa Mandarin dan jurusan Ekonomi dan Perdagangan. Program studi tersebut di klaim sebagai yang pertama kali di Indonesia.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Pengajaran (YPP) Pahoa, Suryono Limputra mengatakan, pihaknya menjawab kebutuhan pendidikan Nasional yang beriringan dengan semakin eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dengan Tiongkok. Karena selama ini, menurut dia, banyak yang berminat untuk mempelajari bahasa dan kebudayaan Tingkok di tanah air, belum diimbangi dengan jumlah serta kualitas guru bahasa Mandarin yang mumpuni.

"Ya, semakin erat hubungan Indonesia dengan Tingkok menimbulkan pengaruh besar dalam aspek pendidikan dan ekonomi di Indonesia. Karenanya, banyak yang ingin mempelajari, tetapi masih mencari. Ini lah jawaban kami akan kebutuhan pendidikan," tutur Suryono.

Kenapa baru saat ini, menurut Suryono, hal itu hanya masalah waktu saja, mengingat Pahoa baru berdiri pada 2008 lalu. Namun, Suryono meyakini, bahwa program studi Pendidikan Guru Bahasa Mandarin ini baru pertama kali ada di Indonesia hanya di Pahoa. Sedangkan yang lain hanya sastra Tingkok saja.

"Kalau di kita ini kan sekolah nasional unggulan, kita menitik beratkan moral, memberikan bahasa asing mandarin dan inggris secara intensif," tuturnya.

Sistem pengajaran yang disiapkan Pahoa sendiri, mengikuti sistem yang ada pada Hebei Normal University yang merupakan lembaga pendidikan tinggi negeri terkemuka di Tingkok. Tak hanya sistem, para pengajarnya pun didatangkan langsung dari perguruan tinggi tersebut. Fenomena dunia pendidikan di tanah air saat ini, kata dia, tengah mengalami pertumbuhan dalam minat mempelajari bahasa Tingkok. Disamping itu, muncul pula tuntutan dari Dinas Pendidikan mengenai pembatasan tenaga pengajar asing.

"Sayangnya pertumbuhan minat ini tidak diimbangi dengan jumlah serta kualitas guru yang ada," katanya.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill