Connect With Us

Dinas Pendidikan Larang Pelajar Tangerang Rayakan Valentine

| Minggu, 15 Februari 2015 | 18:33

Ilustrasi Valentine (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANG-Pemkot Tangerang melarang para pelajar untuk merayakan Valentine pada 14 Februari. Pasalnya, perayaan tersebut dikhawatirkan dapat memicu pergaulan seks bebas di kalangan para pelajar.

 
“Kita sudah layangkan surat himbauan ke sekolah-sekolah agar tidak merayakan kegiatan Valentine. Karena itu diluar dari akhlakul karimah Kota Tangerang,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abdurahman, Jumat (13/2).

 Menurutnya, valentine merupakan budaya barat yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. Perayaan ini juga kerap dilakukan oleh sepasang kekasih.

Sehingga jika ikut dilakukan oleh pelajar yang kebanyakan memiliki emosi labil, dikhawatirkan dapat menimbulkan perilaku yang tidak baik.
“Lebih bagus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat yang bisa meningkatkan prestasi anak,” ujar Aburahman.

 

Meski demikian, kata Abudrahman, pihaknya hanya bisa mengontrol para pelajar dari pengaruh buruk di lingkungan sekolah saja. “Kalau sudah di luar sekolah, kita tidak bisa memantau lagi. Jadi orang tua harus juga menghimbau anaknya,” katanya.

TOKOH
Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:21

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.

KOTA TANGERANG
Warga Resah Ada Pesta Miras dan Prostitusi di Batuceper, Trantib Terjun ke Lokasi

Warga Resah Ada Pesta Miras dan Prostitusi di Batuceper, Trantib Terjun ke Lokasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:17

Warga Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang merasa resah adanya dugaan aktivitas pesta minuman keras (miras) dan praktik prostitusi di lingkungan mereka.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill