Connect With Us

Patut Ditiru, SMA 22 Kabupaten Tangerang Sekolah Berbasis Paperless

Mohamad Romli | Rabu, 4 Desember 2019 | 12:55

Siswa SMAN 22 Kabupaten Tangerang menggunakan laptop dalam ujian mid semester ganjil 2019, Rabu (4/11/2019). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Kemajuan dunia teknologi informasi menuntut dunia pendidikan untuk cepat beradaptasi. Salah satunya penggunaan dunia ditigal dalam praktik pembelajaran.

Hal itu yang kini sudah diimplementasikan oleh SMAN 22 Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Perumahan Puspiptek Asri, Kelurahan Pagedangan, Kecamatan Pagedangan. Sekolah yang kini memiliki  769 siswa itu sudah menerapkan ujian menggunakan perangkat informasi teknologi (IT).

Kepala Sekolah SMAN 22 Kabupaten Tangerang Cahya Budi mengatakan,  program tersebut sudah diimplementasikan sejak tahun ajaran 2018-2019. Budi menyebut, gagasan itu bermula karena ujian nasional (UN) mewajibkan penggunaan IT.

BACA JUGA:

"Awalnya untuk membiasakan siswa agar mereka terbiasa ujian  menggunakan perangkat informasi teknologi. Sehingga saat ujian nasional tidak lagi ada kendala," ungkap Budi di lokasi, Rabu (4/12/2019).

Kebijakan ini ternyata berdampak positif terhadap praktik belajar mengajar di sekolah tersebut. Karena terjadi efisiensi diberbagai hal, seperti waktu, biaya, dan tenaga.

Siswa SMAN 22 Kabupaten Tangerang tampak sedang menggunakan ponsel pintar saat ujian mid semester ganjil 2019, Rabu (4/11/2019).

 

"Metode ini juga membuat siswa semakin semangat belajar. Karena menurut mereka metode yang digunakan lebih dekat dengan perkembangan kekinian," imbuhnya.

Selain itu, metode ini juga membuat siswa lebih cepat mengetahui hasil ujian mid (tengah) semester dan semester, karena nilai ujian dapat diketahui oleh Wali Kelas masing-masing.

"Wali Kelas akhirnya juga dapat menghemat waktu untuk memeriksa hasil ujian masing-masing siswa. Mereka langsung bisa mengetahui hasil ujian secara real time setelah ujian selesai," jelasnya.

Ujian berbasis paperless ini juga sudah mulai diimplementasikan pada ujian harian siswa. Namun, belum semua mata pelajaran sudah menggunakannya.

"Ke depan, kami berupaya semua ujian tidak ada lagi berbasis kertas, semua berbasis IT," ucapnya.

Pantauan TangerangNews di lokasi, siswa tampak menggunakan ponsel pintar berbasis android, laptop dan tablet saat ujian akhir semester ganjil tahun ajaran 2019 ini.

Jingga Dwi Aulia Violetta Hapsari , siswa kelas 10 IPA 4 mengakui, metode ujian berbasis IT ini mempermudah dirinya. Namun, menurutnya, di sisi lain ada kekurangan yang harus diantisipasi oleh pihak sekolah.

"Misalnya saat ada gangguan jaringan, atau error, kami sama sekali enggak bisa mengakses server. Sehingga, kami harus menunggu sampai server bisa diakses," ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, metode ini membuatnya terbiasa menggunakan gawai untuk keperluan ujian sekolah. Selain itu, membuat dia semakin terbiasa, sehingga tidak gugup saat menghadapi ujian nasional.

"Metode ini menyenangkan sih, karena kami juga dituntut belajar mandiri. Sebab, setiap soal memang harus dikerjakan sendiri, karena tiap-tiap siswa saat ujian soalnya beda-beda. Ini yang membuat kami harus belajar lebih giat lagi," pungkasnya.(MRI/RGI)

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

BANTEN
Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Pabrik Sepatu di Lebak Tutup hingga PHK 2.000 Buruh, Pungli dan Intimidasi Ormas Disorot

Senin, 2 November 2026 | 18:33

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bertahap yang menimpa sekitar 2.000 pekerja akibat penutupan pabrik sepatu PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sinyal bahaya bagi keberlangsungan iklim investasi daerah.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill