Kondisinya Rusak, Empat Halte Bus Tayo Tangerang Diperbaiki
Senin, 28 September 2026 | 20:53
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan perbaikan terhadap sejumlah halte yang mengalami kerusakan.
TANGERANGNEWS.com—Dinas Pendidikan Kota Tangerang menggencarkan program Tangerang Cerdas Centre (TCC) untuk mengentaskan anak putus sekolah.
Sejak diluncurkan pada Juli 2019, sedikitnya sudah 2.000 lebih anak putus sekolah telah merasakan program TCC.
Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang Eni Nurhaeni mengatakan, anak-anak putus sekolah yang menerima program TCC melanjutkan pendidikan melalui kejar paket.
Ribuan anak itu berasal dari 104 kelurahan se-Kota Tangerang. Mereka mengikuti sekolah paket A (setara SD), paket B (setara SMP), dan paket C (setara SMA).
BACA JUGA:
"Itu mereka seluruh paket, ya, tergantung pada jenjang apa mereka putus sekolahnya," kata Eni di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat (25/10/2019).
Eni mengatakan, masih banyak anak putus sekolah lainnya di Kota Tangerang. Paling rentan terjadi di sekolah swasta. Ia ingin, para guru bekerja ekstra agar peserta didiknya tidak putus sekolah.
"Kalau dari negeri jarang. Malah swasta yang rentan. Tapi kita siap membantu kalau ada lagi yang putus sekolah," jelasnya.
Eni berharap, program TCC dapat mengentaskan permasalahan anak putus sekolah demi masa depan bangsa Indonesia khususnya Kota Tangerang.
"Kami berharap di Kota Tangerang ini tidak ada lagi anak yang menganggur, anak yang tidak sekolah," pungkasnya.(RAZ/RGI)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melakukan perbaikan terhadap sejumlah halte yang mengalami kerusakan.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews