Connect With Us

Garuda Indonesia Akan Pindah Ke Terminal 3 Ultimate

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 19 Januari 2016 | 17:20

Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia (Sumber Google / TangerangNews)

 

TANGERANG-Seluruh penerbangan maskapai Garuda Indonesia yang ada di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta akan pindah ke Terminal 3 Ultimate pada pertengahan tahun 2016. Direktur Operasi Garuda Indonesia Novianto Herupratomo mengatakan, pemindahan penerbangan akan dilakukan pada tahap pertama pengoperasian Terminal 3 Ultimate, yakni bukan Mei 2016.

"Tahap pertama Garuda semua unit. Tapi itu juga bertahap, karena kapasitasnya terbatas," ungkapnya di Kantor Garuda Indonesia, Kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (19/1/2016).

Menurut Novianto, dalam satu hari ada sekitar 200 penerbangan Garuda Indonesia baik lokal maupun internasional yang menempati Terminal 2F. Jika Terminal 3 Ultimate sudah rampung, pihaknya siap menempatinya jika diminta AP II.

"Sementara ini kami ikuti saja tahapan pengoperasiannya," papar Novianto.

Novianto mengaku siap mendukung langkah pengelola Bandara Soekarno Hatta yang akan menjadikan Terminal 3 ini menjadi ultimate di Indonesia.

"Harapan kami Terminal ini jadi yang terbaik, bahkan kalau bisa tidak hanya terbaik se Indoneasia tapi di kawasan Asia Pasific," paparnya.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

NASIONAL
Harga Pertalite Diprediksi Naik Jadi Rp11.500 per Liter, Ini Hitungan Beban APBN

Harga Pertalite Diprediksi Naik Jadi Rp11.500 per Liter, Ini Hitungan Beban APBN

Jumat, 27 Maret 2026 | 19:02

Harga BBM subsidi jenis Pertalite diperkirakan berpotensi naik menjadi Rp11.500 per liter. Proyeksi itu muncul di tengah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill