Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANG-Seluruh penerbangan maskapai Garuda Indonesia yang ada di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta akan pindah ke Terminal 3 Ultimate pada pertengahan tahun 2016. Direktur Operasi Garuda Indonesia Novianto Herupratomo mengatakan, pemindahan penerbangan akan dilakukan pada tahap pertama pengoperasian Terminal 3 Ultimate, yakni bukan Mei 2016.
"Tahap pertama Garuda semua unit. Tapi itu juga bertahap, karena kapasitasnya terbatas," ungkapnya di Kantor Garuda Indonesia, Kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (19/1/2016).
Menurut Novianto, dalam satu hari ada sekitar 200 penerbangan Garuda Indonesia baik lokal maupun internasional yang menempati Terminal 2F. Jika Terminal 3 Ultimate sudah rampung, pihaknya siap menempatinya jika diminta AP II.
"Sementara ini kami ikuti saja tahapan pengoperasiannya," papar Novianto.
Novianto mengaku siap mendukung langkah pengelola Bandara Soekarno Hatta yang akan menjadikan Terminal 3 ini menjadi ultimate di Indonesia.
"Harapan kami Terminal ini jadi yang terbaik, bahkan kalau bisa tidak hanya terbaik se Indoneasia tapi di kawasan Asia Pasific," paparnya.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGBerdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap sekitar 292 ribu pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terungkap bahwa 13 persen di antaranya mengalami anemia, yang mayoritas menyerang remaja putri.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews