Hunian Berdesain Jepang di BSD Jadi Incaran Generasi Muda, Terjual 90% dalam Sebulan
Selasa, 9 Juni 2026 | 16:06
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TANGERANGNEWS.com-Maskapai Lion Air kembali mengalami delay berkepanjangan. Hal itu seakan menegaskan, bahwa maskapai swasta ini memang 'raja delay'. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui sedikitnya terdapat 10 jadwal penerbangan yang mengalami keterlambatan parah.
Sembilan diantaranya delay sejak Minggu (2/4/2017). Sedangkan pada Senin (3/4/2017) tersisa satu penerbangan, yakni hingga siang ini sekitar pukul 11.04 WIB belum juga terbang. Padahal pesawat dengan nomor penerbangan JT 028 rute Jakarta-Denpasar itu seharusnya berangkat pada pukul 8.20 WIB.
Menurut Edi, situasi memang cukup memanas. Bahkan sampai petugas Kepolisian dari Polres Bandara Soekarno-Hatta masuk ke dalam ruang boarding guna menurunkan emosi para penumpang Lion Air yang kecewa.
"Sesuai SOP kami melakukan pengamanan dengan menerjunkan petugas profesional dari eksternal. Untuk penerbangan yang postphone (ganti hari) sudah sudah diterbangkan, paling terakhir pagi tadi pukul 07.00. Ada pun yang terakhir hingga saat ini belum diterangkan JT 028 jurusan Denpasar," ujarnya.
Berikut adalah keterangannya :
1. JT 526 , CGK - BDJ, jmlh penumpang 168 orang.
2. JT 592, CGK - SUB, Jmlh Penumpang 162 orang .
3. JT 770, CGK - MDC, Jmlh Penumpang 188 orang.
4. JT 514, CGK - SRG, Jmlh penumpang 150 orang.
5. JT 782, CGK - UPG, Jmlh Penumpang 195 orang.
6. JT 590, CGK - SUB, Jmlh Penumpang 210 orang.
7. JT 328, CGK - BDJ, Jmlh penumpang 154 orang.
8. JT012, CGK - DPS, Jmlh Penumpang 100 orang.
9. JT 618, CGK - PGK, Jmlh Penumpang 187 orang.
10. JT028, CGK-DPS belum terbang hingga pukul 11.04 WIB.
Tren pasar properti nasional di tahun 2026 masih didominasi oleh tingginya minat masyarakat terhadap hunian tapak (landed house).
TODAY TAGRencana penghapusan tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang nilainya mencapai Rp14 triliun hingga kini masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews