Connect With Us

Kereta Bandara Akan Menyerap Angka Kemacetan di Jakarta

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 27 Desember 2017 | 13:00

Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com - Kereta Api Bandara Soekarno Hatta telah resmi dilakukan uji coba berbayar pada Selasa (26/12/2017) kemarin, serta mulai diresmikan beroperasi normal pada 2 Januari 2018 mendatang.

Eksistensi moda transportasi massal tersebut disambut baik oleh warga. Penggunanya pun merasa penasaran untuk menjajal menaiki Kereta Bandara ini.

BACA JUGA:

Dengan adanya Kereta Bandara ini diklaim dapat menyerap angka kemacetan di Jakarta. Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awalludin selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta.

"Setiap hari saja pergerakan penumpang mencapai 150.000 yang datang ke Bandara Soekarno Hatta di hari normal. Lonjakannya lebih dari 200.000 penumpang pada hari libur seperti Lebaran dan Natal. Maka dari itu kami desain pakai transportasi publik yang nyaman seperti Kereta Bandara ini untuk mengangkut penumpang dan menyerap angka kemacetan," ujarnya, Rabu (27/12/2017).

Ia menerangkan, sebelum Kereta Bandara hadir, pengguna jasa Bandara Soekarno Hatta terserap dengan sejumlah armada transportasi lainnya. Seperti taksi konvensional maupun online, bus dan Jakarta Airport Connection.

"Dengan alat trasportasi itu saja baru menyerap sekitar 70.000 pengguna jasa Bandara. Hitung - hitungannya masih sisa 80.000 lagi yang belum terserap," ucapnya.

Awalludin berharap kehadiran Kereta Bandara dapat mengurangi traffic yang menggunakan kendaraan pribadi. Terlebih untuk para pengguna jasa Bandara Soekarno Hatta.

"Dengan adanya Kereta Bandara dapat menyerap lebih dari 35.000 penumpang. Dan sisa dari 80.000 pengguna jasa bandara ini, diharapkan bisa pindah naik kereta tidak menggunakan mobil pribadi sehingga bisa mengurangi kemacetan. Daya tampung kendaraan pribadi beralih ke transportasi massal. Masyarakat pun bisa lebih nyaman jika menggunakan Kereta Bandara ini," tuturnya.(RAZ/RGI)

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

BANTEN
Dada Terasa Berat Saat Olahraga Lalu Hilang, Bisa Jadi Tanda Angina Stabil

Dada Terasa Berat Saat Olahraga Lalu Hilang, Bisa Jadi Tanda Angina Stabil

Senin, 5 Oktober 2026 | 10:39

Rasa tertekan atau berat di dada yang muncul ketika berolahraga lalu mereda setelah beristirahat sering kali dianggap sebagai tanda tubuh sedang kelelahan.

KOTA TANGERANG
Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45

Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill