Connect With Us

Komunitas Bandara Soekarno-Hatta Kampanyekan Wilayah Bebas Korupsi

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 27 Mei 2019 | 16:38

Kegiatan kampanye pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) di lingkungan pelayanan angkutan udara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (TangerangNews.com/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Komunitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Kombata) melakukan kampanye pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) di lingkungan pelayanan angkutan udara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (23/5/2019). 

Untuk diketahui, Kombata terdiri dari Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Utama Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Ikan, Karantina Hewan, Airlines, Kantor Kesehatan Pelabuhan, AirNav, Perusahaan Ground Handling serta Polres setempat. 

Kampanye yang dipimpin langsung oleh Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Bandara Soekarno-Hatta, Herson ini merupakan rangkaian dari penandatanganan deklarasi komitmen bersama yang dilaksanakan pada 2 Mei 2019 lalu di Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Kegiatan kampanye pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) di lingkungan pelayanan angkutan udara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Ada pun dalam deklarasi tersebut ditetapkan proses bisnis yang terintegrasi bagi pelayanan angkutan penumpang Internasional.

 “Harapannya zona integritas menuju WBK di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan angkutan penumpang Interasional. Selain itu tentu diharapkan dapat terciptanya tata kelola dan terintegrasinya sistem pelayanan penumpang Internasional yang bebas dari pungli atau KKN. Untuk selanjutnya domestik pun pasti turut serta berkualitas,” terang Herson. 

Pentingnya sistem pelayanan terintegrasi diperlukan karena kualitas pelayanan publik yang masih sering terjadi kesenjangan antar instansi. 

Saat ini pelayanan publik antar instansi berbeda-beda. Sehingga tidak ada standar baku yang berlaku sama di setiap instansi atau stakeholder. Hal tersebut tentu dapat memicu pelayanan yang kurang optimal. 

“Nah, salah satu cara untuk mendorong percepatan pelayanan secara efektif dan efisien,  tantangan kita saat ini yaitu membenahi pelayanan dengan zona integritas WBK. Tidak boleh lagi ada pelayanan yang tak terintegrasi antar instansi,” tutur Herson. 

Sejalan dengan Herson, Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, M Suriawan Wakan menyatakan, untuk mencapai bandara yang berkelas dunia,  yang perlu diperhatikan tidak hanya secara fisik bangunan dari sebuah bandara saja. Tetapi, juga diperlukan pelayananan yang terintegrasi. Sehingga lebih cepat, akurat, efektif dan efisien. 

“Inovasi dalam membenahi kualitas pelayanan menjadi sesuatu yang mutlak. Kebutuhan pengguna jasa harus direspons dengan cepat melalui zona integritas menuju bebas korupsi ini,” tutupnya. 

Dalam kegiatan kampanye tersebut, seluruh stakeholder dan pengguna jasa di Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan penyematan pin yang menandakan telah dilakukan pencanangan Zona Integritas menuju wilayah bebas dari korupsi.  

Acara diakhiri dengan yel-yel kampanye zona integritas menuju WBK di pelayanan keberangkatan dan kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.(RMI/HRU)

OPINI
Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Tumbal Gelar Akademik di Bawah Ketiak Kekuasaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:17

Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.

WISATA
Modal Rp100 Ribu Bisa Jajan Seharian! 120 UMKM Siap Manjakan Pengunjung Festival Cisadane 2026

Modal Rp100 Ribu Bisa Jajan Seharian! 120 UMKM Siap Manjakan Pengunjung Festival Cisadane 2026

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:27

Festival Cisadane 2026 tak hanya menyuguhkan kemeriahan seni dan budaya, tapi juga menghadirkan panggung besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill