Connect With Us

KKP Gelar Skrining HIV/AIDS Gratis di Bandara Soetta

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 10 Desember 2019 | 16:21

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas 1 Soekarno-Hatta menggelar skrining Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) bagi penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas 1 Soekarno-Hatta (Soetta) menggelar skrining Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) bagi penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Selain HIV/AIDS, pemeriksaan juga dilakukan untuk menindaklanjuti penyakit tidak menular (PTM).

Kepala KKP Klas 1 Soekarno-Hatta Abas Ma’ruf mengatakan, skrining yang digelar selama 10-11 Desember 2019 secara gratis di Terminal 1, 2, dan 3 tersebut untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 sekaligus Hari AIDS Sedunia 2019.

BACA JUGA:

“Skrining dibuka untuk umum dan gratis. Jadi, kita ingin menemukan penyakit-penyakit di masyarakat,” ujarnya di Terminal 2 Gate 4, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/12/2019).

Abas mengatakan, skrining ini sebagai bentuk perhatian dari KKP kepada masyarakat. Sebab, penyakit HIV yang menular ini diklaim masih terus terjadi penyebarannya di Indonesia. Lalu, proses pengobatan bagi penderita PTM seperti hipertensi,  juga penting diberikan.

“Sehingga kalau ketemu (terdeteksi penyakitnya) dari awal ada tindakan berikutnya. Paling tidak ini bentuk perhatian dari kita,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan TangerangNews, kegiatan skrining HIV/AIDS dan PTM di Terminal 2 ini antusias diikuti masyarakat. Selain para petugas, tampak para penumpang juga turut serta menjalani pemeriksaan.

Abas mengatakan, hasil pemeriksaan akan diberikan kepada peserta tes beberapa waktu mendatang. Menurut dia, KKP menjaga privatisasi diagnosis HIV jika terdeteksi positif.

“Kerahasiaanya itu sangat penting. Maka, hasilnya nanti tim kami yang hubungi. Bisa saja mereka datang ke kantor kami. Kalau peserta di luar daerah maupun negara lain ada konselor,” katanya.

Abas menambahkan, KKP juga akan berkordinasi dengan Kementeriaan Kesehatan bila hasil pemeriksaan peserta positif HIV/AIDS maupun penyakit lainnya untuk ditindaklanjuti penanganannya.

“Jelas itu, kalau positif kan nanti ada penindakan lebih lanjut. lebih canggih. Jadi, mereka harus didampingi terus. ODHA (Orang dengan HIV Adis) akan diawasi terus, bersifat rahasia tetapi dia harus minum obat seumur hidup,” pungkasnya.(MRI/RGI)

SPORT
Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Persiapan PON 2028, Pelatih Panahan Berkuda se-Indonesia Dapat Pembekalan di Tangerang

Rabu, 4 November 2026 | 19:08

Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.

NASIONAL
Guru, Nakes, Damkar, hingga Satpol PP Paruh Waktu Naik Status Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027

Guru, Nakes, Damkar, hingga Satpol PP Paruh Waktu Naik Status Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027

Jumat, 6 November 2026 | 16:28

Pemerintah secara resmi memutuskan akan mengubah status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 1 Januari 2027.

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill