Connect With Us

Bea Cukai Soetta Gagalkan Penyelundupan 1,2 Juta Benih Lobster

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 18 September 2020 | 16:21

Kepala KPU Bea dan Cukai, Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan saat menunjukan barang bukti benih lobster, Jumat (18/9/2020). (TangerangNews.com / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Petugas Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil menggagalkan penyelundupan 1,2 juta benih lobster yang dilakukan 14 perusahaan eksportir ke Vietnam. 

"Kejadiannya dua hari lalu, tepatnya Selasa malam. Kami mendapatkan informasi dari asosiasi yang memang ada indikasi perbedaan jumlah lobster yang dilaporkan yang akan diekspor," ujar Finari Manan, Kepala KPU Bea dan Cukai, Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (18/9/2020).

Finari mengatakan saat dicek benih lobster yang akan diekspor itu sudah disiapkan untuk masuk ke dalam pesawat. Lalu, berkat kerjasama dengan Polres setempat serta balai karantina, dicurigai terjadi kecurangan data dan jumlah benih lobster yang akan diekspor.

"Ada 20 dokumen pemberitahuan ekspor barang dari 14 perusahaan. Kita tegah, totalnya itu ada 315 koli dengan jumlah yang tertulis itu ada 1,5 juta ekor benih lobster," tutur Finari.

Petugas pun menghitung ulang dengan cara tegah, pemeriksaan, pencacahan dan ternyata ada selisih jumlah ekor benih lobster yang mencapai 1,2 juta ekor benih lobster.

"Ternyata ada 2,7 juta lebih ekor benih lobster yang kita dapati. Sampai sekarang pun masih terus kita dalami dan pemeriksaan intensif," ungkap Finari.

Benih-benih lobster yang harusnya diekspor ke Vietnam, langsung dibatalkan oleh Bea dan Cukai Bandara Soetta. Sementara benih lobster yang diamankan, masih mendapat perawatan Asosiasi Pengusaha Lobster Indonesia. 

Atas penggagalan ini, Bea dan Cukai Bandara Soetta mampu menggagalkan kerugian negara sampai Rp1,2 miliar. Sebab, nilai transaksi yang dilaporkan hanya Rp20 miliar, sementara harusnya dengan jumlah 2,7 juta ekor lobster mencapai Rp36 miliar.

"Sementara, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp1,2 miliar," kata Finari.(RMI/HRU)

WISATA
Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan

Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40

Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

HIBURAN
Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52

Batik Indra Loka memperkenalkan 30 koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) melalui Saun Tara Collection Premiere di Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang.

BANTEN
 Tembus 7 Ribu Orang, Banten Peringkat Kedua PHK Tertinggi di Indonesia Sepanjang 2026

Tembus 7 Ribu Orang, Banten Peringkat Kedua PHK Tertinggi di Indonesia Sepanjang 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:37

Provinsi Banten menjadi wilayah dengan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang cukup memprihatinkan sepanjang Januari hingga September 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill