Connect With Us

Puluhan Massa FPI Tangerang Tolak Miyabi

| Senin, 29 November 2010 | 19:51

Tolak Miyabi (tangerangnews / rangga)


TANGERANGNEWS-Puluhan masa Front Pembela Islam (FPI) Kota dan Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan pintu M1 Bandara Soekarno Hatta, Senin (29/11) pagi, menolak kedatangan artis porno asal jepang Maria Ozawa alias Miyabi ke Indonesia.
 
Sebelumnya, puluhan masa ini akan berdemo mengelilingi kawasan Bandara Seokarno Hatta. Namun setelah adanya perundingan antara pihak FPI dengan Polres Metro Bandara Seokarno Hatta , akhinya aksi demo hanya dilakukan Gedung Community Center tak jauh dari pintu M1 bandara.

Dalam orasinya, Ketua FPI Kota Tangerang Habib Fahrurrozy mengatakan, pihaknya menolak kedatangan Miyabi yang rencananya hari ini akan tiba di Bandara Soetta untuk launching film terbarunya di Jakarta. “Kita tidak mau artis ‘jorok’ yang melakukan aksi pornografi itu datang kesini karena akan merusak moral dan akhlak anak bangsa,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada pemerintah dan aparat untuk memberikan perhatian dengan melarang hal-hal yang berbau pornografi dan pornoaksi. “Pemerintah dan aparat jangan hanya diam saja. Kalau dibiarkan jutru akan memancing masyarakat untuk melakukan kemaksiatan. Saat ini Allah telah memberi teguran di Indonesia dengan terjadinya bencana alam, jadi jangan sampai kedatangan Miyabi jutru menambah azab dari Allah,” tegas Fahrurrozy.(rangga zuliansyah)

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill