Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com– PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II) resmi digabung dengan nama baru menjadi PT Angkasa Pura Indonesia.
Penggabungan dua perusahaan pengelola bandara terbesar di Indonesia ini diresmikan pada Senin, 9 September 2024.
Peresmian penggabungan tersebut dilakukan melalui prosesi potong tumpeng yang dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Sarinah, Jakarta.
Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap agar penggabungan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II ini dapat memberikan perhatian yang setara kepada seluruh bandara di Indonesia, tidak hanya terfokus pada bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta atau Kualanamu.
"Jayapura, Banda Aceh dan segala macam mesti mendapatkan perhatian sama baiknya dengan Soekarno Hatta dan Kualanamu," ujar Budi Karya dikutip dari detikFinance, Selasa, 10 September 2024.
Ia juga menegaskan bahwa pemerataan pelayanan ini penting agar tidak menimbulkan ketimpangan antarwilayah yang bisa memicu rasa ketidakadilan.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menyebut melalui penggabungan ini, Indonesia secara resmi menjadi salah satu pengelola bandara terbesar di dunia.
"Tepat di hari ini kita menjadi operator airport nomor lima terbesar di dunia," kata Dony.
Sebelumnya, proses penggabungan ini telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu dan melalui beberapa tahapan penting, seperti yang tertulis dalam dokumen keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Juli 2024.
Penggabungan PT Angkasa Pura I dan II ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan di bandara-bandara di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah aviasi global.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Pelatih Carlos Pena mengakui Persita Tangerang sedang menghadapi masalah serius di lini depan setelah kekalahan telak 0-3 dari Persijap Jepara pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Banten International Stadium.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews