Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com– PT Angkasa Pura I (AP I) dan PT Angkasa Pura II (AP II) resmi digabung dengan nama baru menjadi PT Angkasa Pura Indonesia.
Penggabungan dua perusahaan pengelola bandara terbesar di Indonesia ini diresmikan pada Senin, 9 September 2024.
Peresmian penggabungan tersebut dilakukan melalui prosesi potong tumpeng yang dihadiri oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Sarinah, Jakarta.
Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap agar penggabungan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II ini dapat memberikan perhatian yang setara kepada seluruh bandara di Indonesia, tidak hanya terfokus pada bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta atau Kualanamu.
"Jayapura, Banda Aceh dan segala macam mesti mendapatkan perhatian sama baiknya dengan Soekarno Hatta dan Kualanamu," ujar Budi Karya dikutip dari detikFinance, Selasa, 10 September 2024.
Ia juga menegaskan bahwa pemerataan pelayanan ini penting agar tidak menimbulkan ketimpangan antarwilayah yang bisa memicu rasa ketidakadilan.
Sementara itu, Direktur Utama InJourney Dony Oskaria menyebut melalui penggabungan ini, Indonesia secara resmi menjadi salah satu pengelola bandara terbesar di dunia.
"Tepat di hari ini kita menjadi operator airport nomor lima terbesar di dunia," kata Dony.
Sebelumnya, proses penggabungan ini telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu dan melalui beberapa tahapan penting, seperti yang tertulis dalam dokumen keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Juli 2024.
Penggabungan PT Angkasa Pura I dan II ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan di bandara-bandara di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah aviasi global.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Masyarakat yang sedang mencari hunian atau peluang investasi properti kini punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai produk unggulan dari Paramount Land melalui ajang Paramount Land Big Exhibition 2026.
Tim Subdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana yang menimpa seorang wanita berinisial I, 49.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews