Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Warga negara Indonesia (WNI) buronan kasus judi online W88 yang kabur ke Filipina ditangkap aparat Bareskrim Polri.
Tersangka berinisial HS alias Aan langsung dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Jumat 22 November 2024, dini hari.
Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Jefri Dian Juniarta menjelaskan keberadaan HS diketahui setelah setelah dilakukan pencarian dengan berkoordinasi bersama Kepolisian Filipina, Imigrasi, dan Presidensial Anti-Organized Crime Commission Filipina.
“Kami berhasil menjemput HS alias Aan. Kami menetapkan tersangka dan DPO yang akhirnya diketahui berada di Filipina,” ujarnya saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta.
Jefri mengatakan HA merupakan manager regional khusus Indonesia dari manajemen W88. Dari penyidikan sebelumnya, diketahui jaringan ini perputaran uangnya mencapai Rp1 triliun dalam 3 bulan.
"Tersangka Aan sendiri merupakan pihak yang mengumpulkan dan menerima melalui rekening setoran,” jelasnya.
Melalui penangkapan HS ini, menegaskan komitmen Polri dalam memberantas kejahatan siber, terutama judi online. "Ini adalah langkah penting dalam upaya pemberantasan kejahatan siber," tegas Jefri.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGPT PLN (Persero) menargetkan peningkatan kapasitas terpasang energi panas bumi atau geotermal nasional dari 2,8 gigawatt (GW) saat ini menjadi 7,9 GW pada 2033.
Sinar Mas Land kembali menorehkan prestasi gemilang di industri properti nasional dengan menyabet empat penghargaan bergengsi sekaligus dalam ajang Golden Property Awards (GPA) People's Choice 2026
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews