Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya pada Selasa 28 Januari 2025 malam, menyebabkan terjadinya banjir di berbagai daerah, termasuk Bandara Soekarno-Hatta.
Di bandara internasional tersebut, banjir merendam beberapa titik hingga viral di sosia media.
Terowongan dari arah dan menuju gedung Transit Oriented Development (TOD), serta akses menuju Terminal 2 sempat tidak dapat dilalui kendaraan, karena ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa atau sekitar 40-50 centimeter.
Banjir juga merendam akses di luar bandara, seperti Jalur Perimeter Utara dengan ketinggian air 40-50 centimeter. Akibatnya, memutus akses kendaran dari arah Tangerang menuju bandara dan sebaliknya
"Jalan tidak bisa dilalui kendaraan, kami mencoba alihkan ke Jalur Perimeter Selatan," kata Anggota Satlantas Polresta Bandara Soekarno-Hatta Aipda Indra, Rabu 29 Januari 2025, pagi.
Kemudian, Jalan P1 dari arah Tol Bandara Prof. Dr. Sedyatmo Km 31+200 Jakarta menuju Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya depat Hotel IBIS, terdapat genangan air setinggi 20 centimeter. Namun masih bisa dilewati kendaraan mobil sampai 3 lajur.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSuasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia turut terasa di kawasan Paramount Gading Serpong. Berbagai dekorasi bernuansa merah-putih menghiasi sejumlah area hunian, komersial, dan fasilitas publik
Pemerintah merancang anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun dalam RAPBN 2027. Anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan outlook TKD 2026 yang tercatat Rp696,9 triliun.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews