TANGERANGNEWS.com-Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong brand lokal berbasis Intellectual Property (IP) atau kekayaan intelektual agar mampu bersaing di panggung global.
Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mendukung jenama kuliner Butter Baby untuk menghadirkan instalasi karakter raksasa di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada 19 Juni 2026 mendatang.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata dari dukungan pemerintah terhadap talenta kreatif lokal yang siap naik kelas.
Ia memandang kehadiran Butter Baby di Bandara Soetta sebagai pintu gerbang Indonesia itu bukan sekadar pembukaan gerai makanan biasa, melainkan sebuah etalase kreativitas Indonesia.
Dengan karakter ikonik yang kuat, Butter Baby diharapkan mampu mencuri perhatian wisatawan internasional yang lalu lalang di bandara tersibuk di Indonesia tersebut.
“Saya melihat potensi luar biasa dari Butter Baby yang tidak hanya menjual produk kuliner, tetapi juga berhasil membangun ekosistem karakter yang kuat sebagai aset IP bangsa,” ujar Teuku Riefky Harsya, Jumat 3 April 2026.
Menteri Ekraf juga dipastikan akan hadir dalam Grand Opening pada 19 Juni mendatang sebagai bentuk komitmen penuh pemerintah mendukung karya anak bangsa.
Pemilihan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sebagai lokasi gerai baru bukanlah tanpa alasan. CEO Butter Baby, Shane John Lewis mengungkapkan bahwa dukungan dari Kemenrkraf memantapkan langkah mereka untuk menjadikan lokasi ini sebagai batu loncatan menuju pasar internasional, khususnya Thailand dan Malaysia.
"Langkah besar menuju negara tetangga merupakan bagian dari ambisi kami dalam memperkenalkan potensi kreatif Indonesia ke pasar mancanegara secara lebih luas," ungkap Shane.
Sinergi antara pemerintah dan Butter Baby akan mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan komunikasi melalui kanal resmi pemerintah, kolaborasi simbolis pada momentum Hari Kemerdekaan Indonesia hingga penyediaan ruang kreatif bagi jenama lokal di lokasi strategis seperti bandara.
Dengan kehadiran instalasi patung raksasa dan sajian kuliner yang ramah keluarga, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta diprediksi akan semakin berwarna, sekaligus membuktikan bahwa produk IP lokal Indonesia mampu bersaing dan menjadi pemain yang diperhitungkan di kancah Asia Tenggara.