TANGERANGNEWS.com-Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia, resmi memulai pendistribusian logistik untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah haji asal Indonesia pada musim Haji 1447H/2026.
Pada tahap awal, sebanyak 15 ton makanan siap saji (Ready To Eat) dan bumbu pasta diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi, Kamis 2 April 2026.
Pengiriman perdana ini merupakan bagian dari total target 230 ton logistik makanan yang akan dikirimkan secara bertahap. Proyek besar ini merupakan hasil sinergi strategis antara Garuda Indonesia, PT Pos Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah, serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Pelepasan logistik dilakukan secara simbolis di Gudang Ekspor 510 Garuda Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim, Direktur Utama PT Pos Indonesia Daud Joseph, serta perwakilan dari Kemenko Perekonomian dan Kementerian Haji dan Umrah.
"Kami memahami bahwa kesuksesan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh transportasi udara, tetapi juga kesiapan ekosistem pendukung, termasuk konsumsi yang layak dan bercita rasa nusantara bagi jemaah di Tanah Suci," ujar Reza Aulia Hakim dalam sambutannya.
Logistik haji ini diterbangkan menggunakan armada Boeing 777-300ER dengan nomor penerbangan GA 980. Garuda Indonesia menjadwalkan pengiriman total 230 ton logistik tersebut dalam dua periode. Periode I pada 2 – 6 April 2026 dan Periode II pada 17 – 30 April 2026
Pengiriman ini menyasar dua poin utama di Arab Saudi, yakni Jeddah dan Madinah.
Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, menambahkan bahwa kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk memperkuat rantai pasok logistik nasional yang terintegrasi hingga skala global.
Sejalan dengan jadwal keberangkatan jemaah haji yang akan dimulai pada 22 April mendatang, Garuda Indonesia terus mematangkan persiapan operasional.
"Selain logistik makanan, kami juga fokus pada pendistribusian koper jemaah hingga memastikan seluruh armada dalam kondisi laik terbang (airworthy)," katanya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah asal Indonesia, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci dengan lebih khusyuk tanpa kendala konsumsi.