Connect With Us

AirNav Terapkan Sistem ATMAS, Pangkas Waktu Koordinasi Pilot-ATC hingga Kurangi Potensi Delay

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 19 April 2026 | 22:27

Penerapan sistem Air Traffic Management Automation System (ATMAS) AirNav Indonesia. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-AirNav Indonesia melakukan lompatan besar dalam dunia navigasi penerbangan dengan mengimplementasikan Air Traffic Management Automation System (ATMAS).

Sistem otomatisasi mutakhir ini kini menjadi sorotan dunia internasional karena dinilai mampu mengubah wajah manajemen lalu lintas udara Indonesia menjadi jauh lebih efektif, aman, dan efisien.

Direktur CANSO Regional Asia Pasifik Poh Theen Soh yang meninjau langsung implementasi ini pada 13-14 April 2026, menyebut teknologi yang diadopsi AirNav Indonesia sebagai langkah progresif yang sejajar dengan praktik terbaik global.

Salah satu perubahan paling signifikan yang dibawa oleh ATMAS adalah digitalisasi komunikasi antara pemandu lalu lintas udara (ATC) dan pilot.

"Dalam dua tahun terakhir, dengan anggaran yang efisien, AirNav berhasil melakukan transformasi signifikan melalui modernisasi sistem manajemen lalu lintas udara secara menyeluruh di empat wilayah operasionalnya, yaitu di Jakarta, Balikpapan, Medan dan Pontianak," katanya.

Direktur Teknik AirNav Indonesia Zainal Arifin Harahap menjelaskan bahwa sistem ini secara teknis mereduksi beban kerja komunikasi secara drastis.

"Waktu komunikasi yang biasanya memakan 2 hingga 3 menit per percakapan, kini dipangkas menjadi hanya hitungan detik saja. Cukup satu atau dua klik, koordinasi selesai. Ini memberikan kepastian yang lebih tinggi bagi pilot dan mengurangi potensi keterlambatan (delay) bagi penumpang," jelasnya.

 

Integrasi Teknologi dan Keamanan Berlapis

ATMAS bukan sekadar alat komunikasi, melainkan platform terpadu yang menyatukan berbagai fungsi navigasi canggih dengan kelebihan utama sebagai berikut:

 

1. Surveillance Terintegrasi

Menggabungkan data radar, ADS-B, dan ADS-C secara real-time.

 

2 Fitur Keselamatan Dini

Dilengkapi dengan Advanced Safety Net seperti Short Term Conflict Alert (STCA) dan Minimum Safe Altitude Warning (MSAW) untuk mendeteksi potensi konflik antar pesawat secara otomatis.

 

3. Manajemen Kapasitas

Terintegrasi dengan sistem Air Traffic Flow Management (ATFM) untuk menyeimbangkan jumlah pesawat dengan kapasitas ruang udara yang ada.

 

Dampak Nyata bagi Ekonomi dan Keselamatan

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro menekankan bahwa penerapan ATMAS membuat kapasitas ruang udara dan runway meningkat berlipat-lipat.

"Peningkatan keselamatan dan efisiensi waktu ini secara langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi karena mobilitas udara menjadi lebih lancar," tuturnya.

Saat ini, sistem ATMAS telah beroperasi penuh di Balikpapan (sejak 7 April 2026), Medan, dan Pontianak. Sementara itu, jantung lalu lintas udara Indonesia di Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) dijadwalkan akan mengadopsi sistem ini secara penuh pada Juni 2026.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:09

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill