Connect With Us

Pengembangan Bandara Hilangkan Lima Desa di Kabupaten Tangerang

| Kamis, 2 Agustus 2012 | 16:54

Design baru bandara Soekarno-Hatta. (tangerangnews / istimewa)

Reporter : Dira Derby

TANGERANG-Sekda Kabupaten Tangerang Hermansyah mengatakan, pengembangan Bandara Soekarno-Hatta kedepannya akan menyisakan kenangan buat warganya. Pasalnya, lima desa akan hilang terkena imbas rumah warga yang terkena pembebasan lahan.

“Desa Bojong Renged, Desa Teluknaga, Desa Belimbing, Rawa Burung, Rawa Rengas. Yang sedikit itu Desa Belimbing. Jadi ada lima desa yang terkena pembebasan lahan. Jadi dari 325 desa di Kabupaten Tangerang, lima hilang. Maksudnya hilang itu, sebagian besar lahan desa berkurang banyak,” ujarnya Hermansyah, saat ditemui sesuai Groundbreaking Pengembangan
Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Hermansyah, PT Angkasa Pura II membutuhkan tanah seluas 850 hektare itu untuk melaksanakan pembangunan Terminal 4.  Dari lima desa itu, dikatakan Hermasnyah sekitar 2.000 rumah warga akan berpindah lokasi. Memang, kata dia, saat ini PT Angkasa Pura II tengah melakukan pengembangan pembangunan Terminal 3.

Namun, kedepan sesuai dengan rencana pembangunan, Terminal 4 akan berada di atas lahan lima desa tersebut.

“Yang menjadi masalah adalah kedepan soal pembebasan. Diatas lahan itu banyak pemain. Memang NJOP-nya paling kecil Rp64 ribu/meter persegi dan paling tinggi Rp160 ribu/meter persegi tetapi dilapangan tidak kurang dari Rp200 ribu/meter persegi,” terangnya.
 
Harapan Sekda, dengan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta kedepan, warga tidak menjadi penonton. Warga setempat, kata dia, harus diajak serta, kalau ada kesempatan kerja dahulukan dengan juga melihat kesiapan warga. “Kecuali kalau memang tidak memenuhi kriteria. Tetapi prinsipnya warga harus ikut serta,” katanya.

BISNIS
Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Kamis, 7 Mei 2026 | 11:08

Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

PROPERTI
Paramount Petals Dorong Standar Hunian Modern Lewat Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau

Paramount Petals Dorong Standar Hunian Modern Lewat Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau

Rabu, 6 Mei 2026 | 13:49

Di tengah kepungan polusi udara dan kenaikan suhu di wilayah penyangga Jakarta, konsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) kini bukan lagi sekadar pelengkap estetika bangunan. Paramount Petals Dorong Standar Hunian Modern Lewat Optimalisasi Ruang Terbuka Hijau

NASIONAL
Sudah Elektronik tapi Masih Perlu Fotokopi e-KTP saat Urus Administrasi Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Sudah Elektronik tapi Masih Perlu Fotokopi e-KTP saat Urus Administrasi Pelayanan Publik, Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026 | 10:20

Praktik fotokopi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) hingga kini masih banyak ditemukan dalam berbagai urusan administrasi. Padahal, pemerintah menilai penggunaan fotokopi identitas tersebut sudah tidak lagi relevan di era digital.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill