Connect With Us

Kasus Tanah, Pengacara Wahidin Halim Berharap Pada Mediasi

Denny Bagus Irawan | Selasa, 4 Oktober 2016 | 16:00

Anderson Urip dan sejumlah saksi dalam kasus tanah yang menyeret nama Wahidin Halim. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Natanael, pengacara Wahidin Halim meyakini pekara kliennya akan segera berakhir karena akan ada tahap mediasi.  Diketahui sebelumnya, calon gubernur Banten, Wahidin Halim itu tersandung persoalan tanah hingga diadili secara perdata di Pengadilan Negeri Tangerang.

 

“Saya yakin akan kelar segera. Ini enggak ada apa-apa dan masih panjang. Apalagi kan ada proses mediasi,” ujar Natael saat ditemui di PN Tangerang, Selasa (4/10/2016).

 

Namun, ketika ditanya apakah Wahidin akan membayar sisa-nya sebagaimana yang diminta oleh penggugat yakni Rp6,1 miliar Natanael mengatakan, pihaknya tidak akan membayar sepeserpun.  Saat disinggung soal surat perjanjian yang menyatakan ada kekurangan yang akan dibayar pihak pembeli kala itu.  

 

“Tidak ada itu, jangan samakan perjanjian dengan pernyataan. Orang klien kami bayar cash lunash sesuai dengan transaksi 36 ribu permeter dengan nilai dibayar cash Rp1,53 miliar,” tuturnya.

 

Dalam sidang hari ini, majelis hakim kembali menunda persidangan. Hal itu disebabkan karena pihak tergugat kedua yakni juru bayar dari Wahidin Halim, Rusman tidak juga hadir dalam persidangan.  Dalam sidang tersebut warga dari pendukung  Anderson Urip si pemilik tanah ikut dalam ruang persidangan. Sementara Wahidin Halim kembali tidak hadir.

 

“Sidang ditunda Karena tidak ada pihak dari tergugat dua. Sidang akan dilanjutkan pada 11 Oktober 2016 sekitar pukul 11.00 WIB,” tutup Majelis Hakim Rehmalem Perangin Angin.  

anderson

 

Sementara itu, Abdullah Syarif penasihat hukum dari  Anderson Urip Suyadi membenarkan bahwa Wahidin membayar dengan cara cash. Dia juga membenarkan pada AJB memang tertulis Rp36 ribu karena harga tanah dikecilkan dari transaksi sebenarnya.

 

“Di dalam AJB mana ada yang benar sesuai angka. Kami memiliki alat bukti bahwa si Wahidin telah membayar Rp4,6 miliar,” tuturnya.

 

Dia menuding Wahidin juga tidak menyelesaikan hak mediator sebagaimana dalam perjanjian. Abdullah mengatakan, pada 2013 lalu sebenarnya kasus ini sempat juga masuk dalam gugatan perdata. Namun, ketika itu yang menggugat adalah mediator. “Jadi hakim kala itu memutuskan NO,” ujarnya.

 

SPORT
Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Pastikan Kelancaran MotoGP Mandalika 2026, PLN Siapkan 500 Personel dan Sistem Listrik Berlapis

Senin, 14 September 2026 | 11:09

PT PLN (Persero) menyiapkan sistem kelistrikan berlapis untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.

BANDARA
Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Batal Terbang di Bandara Soetta Imbas Abu Vulkanik, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Beli Tiket Bus via TikTok

Rabu, 9 September 2026 | 17:50

Tujuh mahasiswi asal Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) jadi korban penipuan agen tiket bus bodong di media sosial.

OPINI
Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Apa yang Mau Disampaikan oleh AHY?

Jumat, 11 September 2026 | 18:05

Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill