Petugas BPBD Kota Tangerang Dibekali Motor untuk Respon Cepat dan Jangkau Gang Sempit
Selasa, 4 Agustus 2026 | 16:44
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah taktis dalam memperkuat sistem ketahanan dan mitigasi bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com-Kepolisian Resort (Polres) Cilegon menyelidiki kasus pembacokan oleh orang tak dikenal terhadap 3 orang warga di Cilegon oleh orang tak dikenal.
"Iya benar (ada peristiwa pembacokan), lagi diselidiki, saksi-saksi masih diperiksa," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra, Selasa (25/6/2019).
Pihak kepolisian belum membeberkan secara lugas kronologis kejadian. Proses penyelidikan masih berlangsung, korban belum bisa dimintai keterangan lantaran kondisinya tidak memungkinkan.
BACA JUGA:
"Kalau korban belum (dimintai keterangan) karena kondisinya masih tidak memungkinkan buat dimintai keterangan," ujarnya.
Dia meminta awak media bersabar agar peoses penyelidikan berjalan lancar hingga para pelaku tertangkap. Menurutnya, ada sekitar 10 orang pelaku yang terlibat pengeroyokan tersebut.
"Ada sekitar 10 orang, intinya masih proses penyelidikan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, dua peristiwa pembacokan terjadi di Kota Cilegon dengan korban Bahrul Ulum, 16. Ia dibacok oleh sekelompok orang di daerah Cikerut, Kecamatan Cibeber saat melaju diatas sepeda motornya, Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 00.15 WIB.
Kemudian peristiwa kedua terjadi di Kompleks Krakatau Steel, dua orang jadi korban pembacokan hampir diwaktu bersamaan. Identitas korban di TKP belum diketahui. Dua korban tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit Krakatau Medika. (MI/MRI/RGI)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengambil langkah taktis dalam memperkuat sistem ketahanan dan mitigasi bencana di wilayahnya.
TODAY TAGRichard Lee menantang Samira Farahnaz alias Doktif untuk hadir dalam sidang kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen yang menjerat dirinya sebagai terdakwa.
Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews