KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Kepolisian Resort (Polres) Cilegon menyelidiki kasus pembacokan oleh orang tak dikenal terhadap 3 orang warga di Cilegon oleh orang tak dikenal.
"Iya benar (ada peristiwa pembacokan), lagi diselidiki, saksi-saksi masih diperiksa," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra, Selasa (25/6/2019).
Pihak kepolisian belum membeberkan secara lugas kronologis kejadian. Proses penyelidikan masih berlangsung, korban belum bisa dimintai keterangan lantaran kondisinya tidak memungkinkan.
BACA JUGA:
"Kalau korban belum (dimintai keterangan) karena kondisinya masih tidak memungkinkan buat dimintai keterangan," ujarnya.
Dia meminta awak media bersabar agar peoses penyelidikan berjalan lancar hingga para pelaku tertangkap. Menurutnya, ada sekitar 10 orang pelaku yang terlibat pengeroyokan tersebut.
"Ada sekitar 10 orang, intinya masih proses penyelidikan," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, dua peristiwa pembacokan terjadi di Kota Cilegon dengan korban Bahrul Ulum, 16. Ia dibacok oleh sekelompok orang di daerah Cikerut, Kecamatan Cibeber saat melaju diatas sepeda motornya, Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 00.15 WIB.
Kemudian peristiwa kedua terjadi di Kompleks Krakatau Steel, dua orang jadi korban pembacokan hampir diwaktu bersamaan. Identitas korban di TKP belum diketahui. Dua korban tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit Krakatau Medika. (MI/MRI/RGI)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGRatusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Puluhan pelatih cabang olahraga (Cabor) panahan berkuda atau horseback archery yang berasal dari 38 Provinsi di Indonesia mendapatkan training camp dari pelatih kepala Némethy Horseback Archery Academy di Hungaria, Christoph Némethy.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews