Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon mengaku kekurangan alat pelindung diri (APD) hingga fasilitas di ruang isolasi di RSUD Cilegon. Ruang isolasi di RSUD sebenarnya sudah ada, namun beberapa alat harus tersedia untuk menghadapi virus Corona.
"Alat hepa filter yang harus dipasang di ruang isolasi itu yang belum kita punya, harus beli, kemudian alat ventilator, kan ruangannya belum memenuhi syarat jadi harus disiapin semuanya, harus beli," kata Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, Arriadna kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).
Alat-alat yang mesti dipenuhi di ruang isolasi tersebut masih dalam proses pengadaan. Proses itu dikatakan bakal memakan waktu cukup lama.
"Lagi dalam perencanaan mau membeli, sekarang lagi proses pengadaan, kane nggak bisa kayak beli cengek (cabai) kan," ujarnya.
Dinkes Cilegon meminta bantuan ke pemerintah provinsi agar fasilitas ruang isolasi di RSUD Cilegon layak untuk merawat pasien COVID-19.
Selain itu, Dinkes menyatakanmasih kekurangan alat pelindung diri (ADP) untuk tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit. Beberapa item sudah diberikan Pemprov Banten, namun tetap masih kurang.
"APD memang kurang, kami sudah dapat dari provinsi , itu bukan hanya untuk rumah sakit umum, tapi dikasih ke dinas (organisasi perangkat daerah), dan kami juga yang membagi," kata dia.(RMI/HRU)
BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
TODAY TAGParamount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
Seorang pria berinisial EM diciduk polisi lantaran nekat mencuri sepeda motor Honda PCX milik warga di kawasan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews