Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Penyebaran virus Corona atau (COVID-19) nampaknya terus semakin meluas. Hal itu pun juga terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Tangsel Tulus Muladiono memaparkan, hingga saat ini kasus Corona di Tangsel terus meningkat signikan.
Menurut data yang ia terima, di Tangsel ini terdapat 86 orang dalam pemantauan (ODP) dan 26 pasien dalam pengawasan (PDP) serta dua orang meninggal dunia.
Ia menjelaskan, satu dari dua pasien meninggal tersebut merupakan pasien nomor 35, yang sebelumnya telah diumumkan Pemerintah Provinsi Banten.
"Data yang meninggal dua, (yaitu warga) Pondok Aren yang kemarin diinfokan, (lainnya) Kecamatan Ciputat Timur," jelas Tulus di Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel, Kamis (19/3/2020).
Namun saat ditanyakan lebih lanjut, Tulus yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Luar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel, enggan memberikan informasi identitas pasien lebih lanjut.
"Kita tidak bisa menginformasikan. Intinya pasien itu masuk Ciputat Timur, sesuai KTP," ujarnya.
"Itu rilis terakhir yang kita kumpulkan dari semua sumber. Baik dari kementerian, baik yang kita konfirmasi dari provinsi," pungkas Tulus. (RAZ/RAC)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGMemasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews