Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com-Hingga 17 Maret 2020, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, empat orang warga Kabupaten Tangerang dinyatakan positif terjangkit virus Corona (COVID-19).
"Namun sebenarnya dari empat orang itu, baru dua orang yang sudah ada hasil laboratoriumnya, sementara dua orang lagi belum kami terima," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desriana kepada TangerangNew, Rabu (18/3/2020) malam.
Selain itu, terdapat juga 56 orang dalam pemantauan (ODP) dan sembilan orang pasien dalam pengawasan (PDP).
"Kalau PDP ini mereka yang memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit Corona atau pernah kontak langsung dengan pasien yang positif Corona," jelasnya.
"Sementara, kalau DPD mereka yang datang memeriksakan diri karena memiliki keluhan batuk, pilek disertai sesak napas," sambungnya.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Tangerang, dari 65 orang itu dua orang dinyatakan negatif, sementara tiga orang lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan.
"Pasien laki-laki ada 41 orang dan perempuan ada 24 orang," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Jangan panik, selalu cuci tangan pakai sabun di air mengalir, gunakan masker, dan jika sakit segera memeriksakan diri ke dokter," pungkasnya.(RMI/HRU)
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGMemasuki masa liburan sekolah pertengahan tahun 2026, Tangcity Mall menghadirkan destinasi rekreasi baru bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten meringkus dua orang pelaku dugaan penipuan dan penggelapan dana penyelenggaraan ibadah haji khusus jenis Mujamalah.
Munculnya informasi mengenai potensi relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang dari Indonesia ke Vietnam perlu menjadi perhatian serius semua pemangku kepentingan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews