Tahanan Kasus Narkoba Polresta Tangerang Meninggal di RS Polri Akibat Sakit
Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:07
Seorang tahanan Polresta Tangerang dengan inisial HW meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai melakukan pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) dengan menyemprotkan cairan disinfektan di sejumlah tempat umum, Kamis (19/3/2020).
Kali ini, yang menjadi sasarannya, adalah Stasiun Kereta Api Rawa Buntu, Serpong. Penyemprotan dilakukan bersama dengan seluruh lapisan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangsel.
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, Stasiun Rawa Buntu dinilai menjadi salah satu tempat yang memungkinkan dalam penyebaran Corona.

"Tentunya kami berterima kasih kepada TNI dan Polri yang sudah berinisiatif melakukan kegiatan ini, kami sangat berterima kasih dan mudah-mudahan ini akan terus dilakukan dalam rangka mitigasi dan pencegahan. Terutama di fasilitas-fasilitas umum," terang Airin di lokasi.
Nantinya, kata Airin, cairan disinfektan akan disemprotkan secara rutin di tempat fasilitas umum.

"Alhamdulillah kita sudah mendapatkan cairan disinfektan, bahkan kita sudah buat jadwal terutama di fasilitasi umum, kita melibatkan PMI dan anak karang taruna," tuturnya.
Namun sebelum menjalankan penyemprotan, ia akan mengadakan pelatihan terlebih dahulu.
"Sehingga bisa bergerak secara masif ke beberapa titik tertentu, contohnya misal seperti di Puskesmas kita, terus tempat sarana pelayanan, terus tempat ibadah juga sudah banyak yang minta, ponpes juga ada," paparnya. (RAZ/RAC)
Seorang tahanan Polresta Tangerang dengan inisial HW meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews