Connect With Us

H-1 Idul Adha, Pelabuhan Merak Dipadati Pemudik

Mohamad Romli | Kamis, 30 Juli 2020 | 22:05

Kepadatan pemudik di Pelabuhan Merak jelang Idul Adha, Kamis (30/7/2020). (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Jelang hari raya Idul Adha 2020, Pelabuhan Merak, Banten mulai dipadati pemudik. Penumpang yang  berjalan kaki maupun kendaraan pribadi sudah mulai terlihat ramai lalu lalang masuk ke kapal.

Kepadatan penumpang sudah terjadi sejak Rabu (29/7) malam hingga Kamis (30/7) dini hari tadi. Kendaraan pribadi memenuhi kantong-kantong parkir tiap dermaga di Pelabuhan Merak.

"Kalau melihat data dari tahun sebelumnya ada peningkatan kalau tidak salah kurang lebih ada 19,1 persen," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Hasan Lessy kepada wartawan di Merak, Kamis (30/7/2020).

Kepadatan pemudik di Pelabuhan Merak jelang Idul Adha, Kamis (30/7/2020).

Meski sudah mengalami peningkatan, pihaknya memprediksi malam ini puncak arus mudim Idul Adha. Para penumpang yang memadati pelabuhan malam tadi menurut data mereka yang akan mudik ke Palembang dan Bengkulu.

"Namun itu prediksi bahwa puncaknya hari ini, tapi kalau kami lihat data mungkin orang tinggal di daerah Palembang atau Bengkulu atau Sumatera Selatan yang pulang lebih awal," ujarnya.

PT ASDP sudah mempersiapkan 68 kapal dan 6 dermaga untuk mengangkut pemudik tujuan Sumatera. Namun, per harinya PT ASDP mengopersikan 27-29 kapal. (RMI/RAC)

OPINI
Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Nasib Palestina, Derita Tak Kunjung Berakhir

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:37

‎Kematian di Gaza tak hanya datang dari peluru dan bom. Seorang pria dan seorang anak meregang nyawa akibat runtuhnya bangunan karena cuaca ekstrem. Hingga kini, total 19 korban tewas akibat tertimbun puing telah dibawa ke rumah sakit.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill