Connect With Us

Terbakar, 23 Rumah Warga Baduy Luar Rata dengan Tanah di Lebak

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:30

Sebanyak 23 rumah di permukiman warga Baduy Luar di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, rata dengan tanah akibat kebakaran. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 23 rumah di permukiman warga Baduy Luar di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, rata dengan tanah akibat kebakaran.

Peristiwa yang terjadi pada, Rabu 13 Oktober 2021 itu, tidak memakan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta dan puluhan warga baduy terlantar karena tidak punya tempat tinggal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan, kebakaran yang menimpa Kampung Cepak Huni di Desa Kanekes itu terjadi pada pukul 13.20 WIB.

Sebanyak 23 rumah di permukiman warga Baduy Luar di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, rata dengan tanah akibat kebakaran.

Diduga api bersumber dari tungku tempat memasak warga Baduy kemudian dengan cepat menyebar ke 23 rumah dan satu unit rumah pangan hingga hangus.

"Kami memperkirakan kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai Rp 820 juta," kata Febby seperti dilansir dari Kompas, Kamis 14 Oktober 2021. 

Sebanyak 23 rumah di permukiman warga Baduy Luar di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, rata dengan tanah akibat kebakaran.

Puluhan rumah tersebut dihuni sebanyak 24 kepala keluarga (KK) dengan 84 jiwa, yang terdiri 44 laki-laki dan 40 perempuan. Akibat kebakaran itu mereka mengungsi di rumah.

BPBD Lebak telah mendirikan satu unit tenda untuk pengungsian dan membangun dapur umum.

Selain itu, BPBD juga mendistribusikan bantuan logistik darurat guna mengurangi risiko kebencanaan.

"Kami mengutamakan warga korban bencana kebakaran terpenuhi kebutuhan makan," kata Febby.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

KAB. TANGERANG
300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

300 Km Jalan di Kabupaten Tangerang Rusak Berat, Truk ODOL Jadi Biang Kerok

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:57

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang mencatat ada sepanjang 300 kilometer (Km) jalan di wilayahnya mengalami kerusakan berat.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill